Sukses

Ingatkan Bahaya Perkawinan Usia Dini, BKKBN: Kualitas Anak Sangat Dipengaruhi Ibu

Liputan6.com, Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan bahwa kondisi ibu ketika hamil akan berpengaruh pada kualitas anak di masa depan saat ia dilahirkan.

Maka dari itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo pun mengingatkan bahwa perkawinan anak tidak hanya berdampak pada ibu, tetapi juga buah hatinya nanti.

"Kualitas anak sangat dipengaruhi oleh kualitas ibunya," kata Hasto dalam Seminar Nasional dan Deklarasi Gerakan Nasional Pendewasaan Usia Perkawinan untuk Peningkatan Kualitas SDM Indonesia beberapa waktu lalu.

Dikutip dari siaran kegiatan di Youtube Kementerian PPPA pada Senin (22/3/2021), Hasto mengatakan bahwa apabila ibu hamil di usia terlalu muda dan masih dalam pertumbuhan, maka pertumbuhan bayi bisa terganggu.

"Oleh karena itu bayi dan ibu itu menjadi beban yang besar ketika perkawinannya usia muda," kata Hasto yang juga merupakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan tersebut.

 

2 dari 4 halaman

Bahaya Kehamilan di Usia Terlalu Muda

Hasto menambahkan, apabila ibu hamil di usia terlalu muda, maka ia berisiko tinggi mengalami kanker mulut rahim atau serviks.

"Kemudian juga bayi yang dilahirkan kurang berkualitas, karena tentu diameter ukuran panggulnya saja masih sempit kalau usia ibu masih terlalu muda," ia menambahkan.

"Sehingga banyak bayi-bayi yang mengalami kematian dan juga cacat karena proses persalinan yang membuat mereka trauma, baik di kepala maupun di badannya," Hasto menambahkan.

Bahaya lain dari kehamilan di usia muda adalah perdarahan saat kehamilan dan persalinan. Selain itu, pertumbuhan tulang perempuan menjadi tidak tumbuh apabila mereka harus hamil di usia terlalu muda.

"Anaknya stunting, tidak cerdas. Ibunya juga menjadi pendek dan nanti akan melahirkan anak yang pendek," kata Hasto.

3 dari 4 halaman

Infografis Syarat Lansia, Komorbid hingga Ibu Menyusui Disuntik Vaksin Covid-19

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini