Sukses

Terjawab, Ini Alasan Berat Badan Pengaruhi Peluang Kehamilan

Liputan6.com, Jakarta Jika saat ini kamu dan pasangan tengah mencoba menjalani program kehamilan, ada baiknya benar-benar mengikuti anjuran dokter kandungan. 

Salah satu yang dianjurkan dokter kandung saat kalian konsultasi adalah menurunkan bobot tubuh bagi yang memiliki berat badan lebih dari ideal. Termasuk bagi kalian yang terlalu kurus, akan diminta untuk menaikan berat badan. 

Hal itu dijelaskan oleh Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan, Konsultan Fertilitas dr. Marinda Suzanta., D.Mas.,F.ART, Sp.OG (K-Fer) dari RS EMC Tangerang. 

Saat berbincang dengan Tim Liputan6, dr. Marinda atau akrab disapa dr. Manda mengatakan, untuk menurunkan berat badan, dia menganjurkan pasiennya untuk berolahraga. 

"Paling tidak turunkan berat badan 10 persen agar peluang kehamilan semakin besar. Jadi turunkan berat badan dengan berolahraga, bukan menggunakan obat-obatan. Sebaliknya yang kurus juga saya minta untuk menaikkan berat badan ideal," jelas dr. Manda. 

2 dari 2 halaman

Berat Badan dan Peluang Kehamilan

Lalu apa hubungannya berat badan dengan kesuburan atau peluang kehamilan? Laman Insider menjelaskan, wanita yang kekurangan atau kelebihan berat badan dikaitkan dengan disfungsi ovulasi atau kemampuan untuk melepaskan sel telur secara teratur untuk terjadinya kehamilan. 

Selain itu, lemak tubuh juga mempengaruhi hormon yang dibutuhkan tubuh untuk melepaskan sel telur yang matang. Jason Franasiak, MD, Spesialis Infertilitas menjelaskan, wanita kurus mungkin berhenti melepaskan hormon gonadotropin (GnRH) yang mengarah pada kondisi yang dikenal sebagai amenore hipotalamus. 

Dampaknya tidak terjadinya siklus menstruasi, tidak ada pelepasan sel telur. Alhasil tidak terjadinya pembuahan terhadap sel telur. 

 

Orang yang kelebihan berat badan cenderung memiliki kadar estrogen lebih tinggi dan pada wanita dapat menghentikan siklus menstruasi, dan tidak menyisakan sel telur untuk dibuahi. 

Wanita yang kelebihan berat badan juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi fisik termasuk sindrom ovarium polikistik (PCOS), infeksi tuba, dan endometriosis yang semuanya dapat mempersulit pembuahan dan kehamilan.  

Tak hanya wanita saja, pria juga lho! Pada pria kadar estrogen yang lebih tinggi dapat memengaruhi fungsi testis yang menyebabkan penurunan jumlah sperma dan. Dengan demikian dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma untuk membuahi sel telur.

Nah sekarang sudah tahu kan, mengapa dokter kandungan tak pernah berhenti untuk memintamu menurunkan berat badan? Jika Anda masih punya banyak pertanyaan tentang promil segera konsultasikan ke dokter profesional.

Pilihlah dokter berpengalaman dan berasal dari rumah sakit yang memiliki dukungan fasilitas medis lengkap dan terkini, serta memberikan pelayanan terpadu, untuk perawatan kesehatan Anda.

Dengan memilih dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang tepat, Anda sebagai pasien dapat melakukan perencanaan kehamilan dengan lancar. Termasuk dalam memilih proses persalinan dan perawatan pasca persalinan yang nyaman.

 

(*)