Sukses

Rusia Laporkan Kasus Flu Burung H5N8 pada 7 Orang, Tak Ada Penularan Antar Manusia

Liputan6.com, Jakarta Rusia melaporkan kasus flu burung H5N8 yang dideteksi pada manusia untuk pertama kalinya. Namun, tidak ada bukti bahwa strain tersebut menular antar manusia.

Dalam laporannya, temuan flu burung tersebut pertama kali diidentifikasi pada tujuh pekerja di sebuah industri pengolahan unggas di Rusia pada bulan Desember. Mereka diyakini tertular dari unggas yang ada di peternakan.

Mengutip The Guardian pada Senin (22/2/2021), Anna Popova, kepala pengawas kesehatan konsumen Rospotrebnadzor mengatakan, kondisi para pekerja yang terinfeksi sudah lebih baik. Selain itu, situasinya juga tidak berkembang menjadi lebih parah.

"Informasi tentang kasus transmisi pertama dari avian flu (H5N8) ke manusia sudah dilaporkan ke World Health Organization (WHO)," kata Popova seperti mengutip Straits Times.

Dikutip dari Independent, strain flu burung H5N8 memang mematikan bagi unggas. Namun, kasus ini merupakan yang pertama menular dari hewan ke manusia.

 

2 dari 5 halaman

Belum Ada Bukti Penularan Antar Manusia

Diketahui, strain flu burung lain seperti H5N1, H7N9, dan H9N2, memang bisa menular ke manusia. Namun Popova mengatakan, untuk saat ini belum ada bukti strain H5N8 dapat menular antar manusia.

"Hanya waktu yang akan memberi tahu seberapa cepat mutasi di masa depan akan memungkinkannya untuk mengatasi penghalang ini," katanya.

"Penemuan dari mutasi ini ketika virus belum memiliki kemampuan untuk menular dari manusia ke manusia, memberi kita semua, seluruh dunia, waktu untuk mempersiapkan kemungkinan mutasi dan bereaksi dengan cara yang memadai dan tepat waktu," Popova menambahkan.

Kantor berita RIA mengatakan, Vector Institute di Siberia pada Sabtu waktu setempat mengatakan, telah memulai pengembangan tes dan vaksin untuk H5N8.

3 dari 5 halaman

Laporan Telah Diterima WHO

Sementara, WHO menyebutkan mereka telah mendapatkan laporan dari Rusia tersebut.

"Kami sedang berdiskusi dengan otoritas nasional untuk mengumpulkan lebih banyak informasi dan menilai dampak kesehatan masyarakat dari kejadian ini," kata seorang juru bicara WHO.

WHO juga menekankan bahwa pekerja Rusia yang terinfeksi tidak bergejala. Selain itu, mereka kembali menegaskan tidak ada penularan lanjutan antar manusia yang dilaporkan.

Menurut WHO, seseorang dapat terinfeksi flu burung melalui kontak langsung dengan hewan atau lingkungan yang terkontaminasi. Namun tidak ada penularan antar manusia.

Meski begitu, H5N1 apabila mengenai manusia dapat menyebabkan gejala parah, dengan angka kematian mencapai 60 persen.

4 dari 5 halaman

Infografis Hati-Hati, Ini 5 Gejala Batuk Akibat Covid-19

5 dari 5 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini