Sukses

Terima Penghargaan dari Dewan Pers, Doni Monardo Sebut Medali Emas Pentahelix

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Indonesia, Letjen TNI Doni Monardo, menerima anugerah medali emas dari Dewan Pers.

Doni yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana dinilai berjasa dan berperan penting dalam membangun kerjasama dengan perusahaan pers dan wartawan melalui sejumlah program terkait sosialisasi penanggulangan pandemi Virus Corona.

Hal tersebut diungkap Ketua Dewan Pers, M Nuh, dalam sebuah webinar memeringati Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Candi Bentar, Putri Duyung Ancol, Jakarta pada Minggu, 7 Februari 2021.

Melalui Tenaga Ahli yang juga Staf Khusus Kepala BNPB, Egy Massadiah, Doni Monardo berterima kasih untuk medali emas yang diberikan kepadanya.

Namun, Doni, menekankan, medali emas tersebut bukan untuk dirinya pribadi melainkan seluruh tim yang telah bekerjasama sejak awal pandemi COVID-19, selama penanganan, dan ke depan.

"Pers adalah bagian penting yang tidak pernah saya tinggalkan," kata Egy meniru ucapan yang disampaikan Doni Monardo usai menerima medali emas secara virtual.

Egy, mengatakan, dalam kondisi masih menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi COVID-19, Doni Monardo mengikuti rangkaian HPN 2021 secara virtual pada Selasa, 9 Februari 2021.

Doni menyebut medasi emas yang diterimanya sebagai 'Medali Emas Pentahelix'. Pentahelix, jelas Egy, adalah lima unsur kekuatan dalam pembangunan, yaitu pemerintah dan pemerintah daerah, akademisi, pengusaha, komunitas dan masyarakat, serta media.

“Tak terkecuali dalam penanganan COVID-19, media menjadi salah satu ujung tombak,” ujar Doni Monardo seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Selasa, 9 Februari 2021.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Doni Monardo Sosok Terbuka Terhadap Pers

Egy, menambahkan, Doni Monardo mengatakan bahwa dalam banyak kesempatan, 63 persen keberhasilan pengendalian pandemi Virus Corona berada di tangan media.

Terbukti, pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 maupun pengetahuan masyarakat tentang perilaku 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) di atas 65 persen secara nasional. Meskipun, angka itu tidak paralel dengan tingkat kepatuhan.

Dalam kesempatan yang sama, Egy, mengatakan, Doni Monardo merupakan sosok yang terbuka kepada pers. Tidak saja terbuka menerima saran, tetapi juga menerima kritik.

“Bahkan ada kalanya hujatan. Terutama yang kategori hoaks,” kata Egy sembari tertawa.

Egy mengetahui bagaimana Doni Monardo senantiasa menjaga hubungan dengan kalangan pers. “Salah satu kawan beliau, mas Tommy Suryopranoto adalah orang yang banyak memberi masukan saran saran kepada pak Doni. Mereka berkawan sangat baik,” Egy menambahkan.

Bukan hanya itu. Doni juga menjalin komunikasi dengan para pimpinan media, serta para pemilik media di Tanah Air. “Lebih dari itu, beliau juga memerhatikan para pekerja media. Saya kira, program Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku adalah salah satu wujud perhatian dan kepedulain pak Doni terhadap insan pers,” katanya.

Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP) sendiri diikuti sekitar 5.000 wartawan, berlangsung sejak Oktober hingga Desember 2020 dan akan dilanjutkan pada 2021.

Di tempat terpisah, Anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo mengatakan, Medali Emas Dewan Pers kepada Doni Monardo adalah bentuk penghargaan masyarakat pers Indonesia atas kepedulian terhadap pers.

“Pak Doni telah membantu pers melalui FJPP. Itu sangat membantu dan sangat diapresiasi,” ujar Agus, seraya menambahkan,“Program yang bagus ini harus dilanjutkan.”

Agus, mengatakan, penerima medali emas sebelumnya, antara lain Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. 

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini