Sukses

Mutasi Virus Corona D614G di Indonesia Capai 69 Persen per 18 Januari 2021

Liputan6.com, Jakarta - Ahli genomika molekuler Riza Putranto menyampaikan bahwa Virus Corona D614G menjadi varian yang paling dominan di dunia hingga saat ini.

“Virus yang cepat menular akan menjadi dominan, itu sebabnya D614G ini akhirnya menjadi varian dominan di dunia sampai hari ini,” ujar Riza kepada Health Liputan6.com melalui sambungan telepon, Kamis (21/1/2021).

Sebelumnya, Riza mengatakan bahwa varian Virus Corona D614G sudah terbukti delapan hingga 10 kali lebih cepat menular dari virus penyebab COVID-19 yang berasal dari Wuhan (China).

Varian D614G, jelas Riza, merupakan salah satu dari 2.398 mutasi yang terjadi pada Virus Corona. Varian ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada Januari 2020 kemudian dibawa oleh pasien COVID-19 ke Eropa dan menyebar di sana pada Februari hingga April 2020.

D614G mulai terdeteksi di Indonesia pada April 2020. Varian Virus Corona ini baru terdeteksi di Kalimantan pada Agustus 2020, Probolinggo pada Oktober 2020, dan Banyuwangi pada November 2020. Menurut Riza, hingga 18 Januari 2021, Virus Corona D614G di Indonesia sudah mencapai 69 persen.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Akibat Dominasi D614G

Virus Corona D614G yang memiliki tingkat penularan delapan hingga 10 kali lebih cepat dari varian sebelumnya dapat membawa berbagai akibat.

“Kalau sebuah varian lebih cepat menular, dia (varian virus) akan membawa masalah. Dalam artian dia menjadi dominan kemudian menambah kasus dan menyebabkan pengendalian pandemi menjadi sulit,” kata Riza.

Walau demikian, Virus Corona D614G hingga hari ini diketahui tidak dapat escape (lolos) dari antibodi alami begitu pula escape dari vaksin. Dengan kata lain, varian Virus Corona ini tidak memengaruhi efektivitas vaksin Corona yang kini sudah mulai didistribusikan.

“D614G aman, antibodi alami saja dia tidak bisa escape apalagi vaksin.”

Yang perlu dipahami, tambah Riza, jika virus dapat lolos dari antibodi alami bukan berarti virus tersebut dapat lolos juga dari vaksin. Hal ini disebabkan vaksin Corona dapat menghasilkan jenis antibodi yang relatif berbeda, lebih kuat, dan lebih banyak ketimbang antibodi alami.

3 dari 4 halaman

Infografis Waspada Mutasi Virus Corona D614G dan Q677H

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini