Sukses

Vaksinasi Dimulai, Menperin Agus Gumiwang Akan Tingkatkan Industri Farmasi

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, vaksinasi bisa menjadi salah satu kunci untuk membangkitkan kinerja industri nasional pada tahun 2021.

“Dimulainya vaksinasi bisa menjadi kunci pendorong dalam pemulihan industri di Tanah Air,” jelas Menperin, mengutip keterangan tertulis pada Kamis (14/01/2021).

Untuk membantu bangkitnya industri nasional, Agus menjelaskan bahwa pihaknya akan menjaga produktivitas industri selama pandemi COVID-19 melalui kebijakan pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI).

"Sebanyak 18.527 IOMKI telah diberikan kepada perusahaan industri untuk mampu melindungi pekerjaan bagi 5,16 juta orang tenaga kerja," jelasnya.

Untuk industri farmasi, Agus mengatakan akan meningkatkan penyediaan obat-obatan serta alat kesehatan. Ia juga menyebut akan mengoptimalkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

“Melanjutkan program substitusi impor 35 persen, yang dilaksanakan secara simultan dengan peningkatan utilisasi produksi, mendorong pendalaman struktur industri, dan peningkatan investasi,” jelas Agus.

 

2 dari 4 halaman

Industri Manufakur akan Tumbuh Positif

Lewat berbagai upaya dan kebijakan tersebut, Menperin berharap industri manufaktur akan tumbuh positif mendekati 4 persen pada 2021. Sebelumnya, di triwulan III-2020, pertumbuhan industri manufaktur mengalami kontraksi 4,31% dan pada triwulan II-2020 juga terkontraksi 6,19 persen.

‘‘Industri manufaktur pada 2021 diperkirakan kembali pada titik positif. Seluruh sub sektor manufaktur akan kembali bergairah, dengan asumsi pandemi sudah bisa dikendalikan dan aktivitas ekonomi kembali pulih. Kami memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur pada 2021 akan tumbuh hampir 4 persen,” jelasnya.

Selain itu, Bank Indonesia juga mencatat kegiatan usaha di industri pengolahan mulai menunjukkan sinyal ekspansi. Industri tersebut diprediksi terus membaik pada kuartal I-2021.

Hal tersebut dapat dilihat dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI BI) pada kuartal IV-2020 yang mencapai 47,29 persen. Capaian itu jauh lebih tinggi dari dua kuartal sebelumnya yang menyentuh angka 45,64 dan 44,91 persen. 

 

(Rizki Febianto)

 

3 dari 4 halaman

Infografis

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini