Sukses

Pasien Kanker Punya Risiko Meninggal Lebih Besar Bila Terinfeksi COVID-19

Liputan6.com, Jakarta COVID-19 dapat berdampak buruk bagi setiap orang, namun bagi pasien kanker virus tersebut bahkan lebih buruk lagi.

Menurut dokter spesialis obstetri-ginekologis dari Dharmais National Cancer Center Hospital, Jakarta, Muhammad Yusuf, jika pasien kanker terinfeksi COVID-19 maka kondisinya akan lebih buruk atau lebih cepat memburuk dibanding pasien lain.

“Perburukan ini akan jauh lebih cepat dari pasien yang tidak menderita kanker di mana angka kematiannya hampir 39 persen dibanding pasien non kanker yang hanya 9 persen,” ujar Yusuf dalam webinar AstraZeneca RS Dharmais Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Ia melansir penelitian dari Wuhan, China yang menyebut bahwa pasien dengan riwayat kemoterapi yang terkena COVID-19 memiliki peningkatan risiko kematian hingga 75 persen dibanding pasien tanpa riwayat kemoterapi dan operasi yang kena Corona.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

Dampak Pandemi Pada Rumah Sakit

Yusuf juga menyampaikan beberapa dampak pandemi COVID-19 pada rumah sakit di Indonesia khususnya di RS Dharmais.

Menurutnya, COVID-19 memicu penurunan drastis terhadap kunjungan pasien kanker ke rumah sakit. Penurunan paling tajam terjadi di Mei 2020 sebanyak 35 persen.

“Pasien yang datang untuk radioterapi itu menurun hampir 13 persen dan pasien yang datang untuk one day care menurun sampai 9 persen.”

Namun, saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilonggarkan menjadi transisi, kunjungan pun kembali penuh bahkan melebihi kapasitas. Hal ini menyebabkan rumah sakit kesulitan dalam menerapkan ketentuan jarak sosial.

“Problem lain selama pandemi ini adalah infrastruktur dan fasilitas rumah sakit tidak memadai untuk pasien yang menderita kanker dan secara bersamaan terkena COVID-19.”

3 dari 5 halaman

Dampak Pandemi Pada Pasien Kanker

Selain pada rumah sakit, pandemi COVID-19 juga tentu berdampak pada pasien. Hal yang paling dirasakan adalah dari sisi birokrasi.

“Yang tadinya pasien berkunjung ke rumah sakit tanpa harus skrining sekarang harus skrining.”

Selain itu, pasien juga mendapatkan pembatasan layanan karena rumah sakit memiliki keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

“Karena beberapa perawat dan dokter kita juga ada yang terpapar (COVID-19) sehingga kita harus mengurangi atau menurunkan kuota kunjungan pasien harian.”

Dalam aspek transportasi, pasien juga mengalami keterbatasan. Selama PSBB pilihan moda transportasi semakin terbatas dan pasien pun harus melalui skrining tertentu untuk berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

4 dari 5 halaman

Infografis 3 Cara Vaksin COVID-19 Picu Kekebalan Tubuh

5 dari 5 halaman

Simak Video Berikut Ini: