Sukses

Penggunaan Air Garam untuk Ringankan Gejala Awal COVID-19 Diteliti di Skotlandia

Liputan6.com, Jakarta Penelitian terkait COVID-19 masih terus dilakukan oleh para ilmuwan di dunia. Termasuk bagaimana pengobatan sederhana untuk dapat berguna dalam perawatan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 itu.

Baru-baru ini, para peneliti di University of Edinburgh, Skotlandia mengatakan bahwa mereka tengah merekrut partisipan untuk menguji manfaat air garam untuk meringankan gejala awal COVID-19.

Dikutip dari Independent pada Jumat (26/6/2020), para peneliti ini mencoba mencari tahu apakah berkumur dengan air garam, serta membersihkan hidung menggunakan cairan tersebut, bisa mengurangi durasi penyakit pada orang dengan gejala ringan dari COVID-19.

"Di tengah belum adanya vaksin yang tepat, kita butuh perawatan yang aman dan efektif yang bisa digunakan secara global," kata para peneliti seperti dikutip dari Express.

2 dari 4 halaman

Hipotesis Awal

Dalam sebuah studi awal yang dilakukan pada 54 orang dan belum bisa dikategorikan dalam data statistik, penggunaan air garam bisa meringankan gejala awal akibat dari virus seperti rhinovirus dan virus corona.

Sebagai hipotesis awal, para peneliti menyatakan bahwa penggunaan air garam mampu memicu sel pertahanan antivirus yang muncul saat seseorang terkena pilek.

"Karena COVID-19 adalah jenis baru dari virus corona, kita tidak tahu apakah mencuci hidung dan berkumur dengan air garam akan memiliki efek yang sama seperti yang terlihat pada jenis lain," kata para peneliti.

Mereka menambahkan, para peserta yang terlibat mungkin tidak akan secara langsung merasakan manfaatnya. Selain itu, gejala yang dialami mungkin akan lebih cepat atau tidak lebih cepat membaik, serta orang di sekitar peserta mungkin terlindungi atau tertular dari infeksi.

3 dari 4 halaman

Mencari Peserta di Skotlandia

Dikutip dari laman resminya, secara umum, mereka mencari peserta dewasa yang berada di Skotlandia dan mengalami gejala atau dinyatakan positif COVID-19.

Nantinya, mereka diminta untuk mengikuti saran pemerintah dengan menjaga kebersihan dan isolasi mandiri, dengan satu kelompok diminta untuk menggunakan air garam untuk berkumur dan membersihkan hidung mereka. Sementara itu, kelompok lain tidak akan melakukan percobaan itu dan hanya menerapkan anjuran pemerintah setempat seperti biasa.

Profesor Aziz Sheikh dari University of Edinburgh mengatakan, bahwa mereka berharap cara ini bisa berguna untuk mengurangi dampak dan penyebaran infeksi.

"Ini hanya membutuhkan garam, air, dan beberapa pemahaman mengenai prosedur, jadi apabila itu terbukti efektif, mudah dan murah, bisa diterapkan secara luas," ujarnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini