Sukses

Tempat Istirahat bagi Tenaga Medis Penanganan COVID-19 di Jabar Bertambah

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menggalang kolaborasi untuk menangani wabah COVID-19. Kali ini Pemkot Bandung bersama Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak- kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PPPPTK-TKPLB) menyiapkan tempat untuk para tenaga medis yang menangani pasien COVID-19.

Dilansir dari keterangan resmi Pemkot Bandung, lokasinya di Jalan Dr. Cipto No. 9 Kota Bandung dengan kapasitas 32 kamar, tak jauh dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Ini merupakan opsi kedua setelah sebelumnya Pemkot Bandung meninjau wisma PPPPTK IPA di Jalan Diponegoro.

"Alhamdulillah Pemkot Bandung mendapat tempat tambahan untuk tenaga kesehatan singgah. Di PPPPTK IPA ada 90 kamar, untuk di PPPPTK-TKPLB mendapat sekitar 32 kamar," kata Wali Kota Bandung, Oded M. Danial ditulis Bandung, Rabu, 1 April 2020.

Oded mengaku sangat bersyukur dengan adanya kolaborasi antarinstansi vertikal guna mengatasi COVID-19. Kali ini dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

 

2 dari 2 halaman

Diharapkan Bisa Menjadi Solusi

Oded berharap hal ini menjadi solusi untuk petugas medis beristirahat, usai berjibaku melaksanakan tugasnya di lapangan.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum PPPPTK-TKPLB, Joko Ahmad Julian menyambut baik jika fasilitas yang ada bisa menjadi bagian dari upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

"Ini juga merupakan arahan dari Pak Menteri. Berhubung lembaga ini merupakan lembaga diklat, kami persilahkan mempergunakan untuk lebih memberikan rasa nyaman dan aman dan mendukung penanganan COVID-19," tutur Joko.

Sebelumnya Pemkot Bandung bersama Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA) segera memanfaatkan sejumlah kamar menjadi tempat istirahat para tenaga medis yang tengah menangani pasien COVID-19. Lokasinya di Jalan Diponegoro, Bandung, terdapat sekitar 90 kamar yang cukup representatif. Selain itu, letaknya juga cukup strategis dan tidak terlalu jauh dari RS Hasan Sadikin dan RS Rotinsulu sebagai rumah sakit rujukan COVID-19. (Arie Nugraha)