Sukses

Swiss Laporkan Kasus COVID-19 Pertamanya

Liputan6.com, Jakarta Swiss melaporkan kasus COVID-19 pertamanya pada hari Selasa waktu setempat. Temuan itu berada di canton Ticino yang terletak di bagian selatan negara tersebut dan berbatasan dengan Italia.

Dikutip dari swissinfo.ch pada Rabu (26/2/2020), Federal Office of Public Health (FOPH) menyatakan pada awak media bahwa temuan itu dikonfirmasi setelah tes laboratorium di Jenewa.

Direktur FOPH Pascal Strupler mengatakan bahwa pasien COVID-19 adalah seorang pria berusia 70-an. Dia terinfeksi di Milan, Italia dalam sebuah acara pada 15 Februari lalu. Gejalanya muncul dua hari usai terjangkit virus tersebut pertama kali.

Strupler menambahkan bahwa lansia tersebut telah diisolasi di sebuah klinik di Lugano. Selain itu, akan dilakukan juga pemantauan pada mereka yang telah berkontak dengannya, serta karantina untuk melihat kondisi orang-orang tersebut selama 14 hari ke depan.

"Kita masih dalam situasi normal," kata Strupler. Namun, dia menambahkan bahwa kemungkinan kasusnya akan meningkat sehingga fasilitas kesehatan diminta bersiap untuk melakukan deteksi dini dan tes pada kasus yang dicurigai.

2 dari 3 halaman

COVID-19 Mulai Menyerang Eropa

Dikutip dari Xinhua, Kementerian Dalam Negeri Swiss mengungkapkan adanya sekitar 300 suspect COVID-19 yang telah diuji. Hasil tes akan dilaporkan dalam beberapa jam mendatang.

Hari Senin lalu, pemerintah setempat juga meningkatkan antisipasi untuk mencegah penyebaran dari negara lain yang dikonfirmasi seperti Italia. Menteri Kesehatan setempat, Alain Berset, juga tengah mengadakan pertemuan di Roma untuk berdiskusi dengan para menteri dari negara lain seperti Italia, Austria, Jerman, Perancis, dan Slovenia.

South China Morning Post melaporkan bahwa Swiss bukan satu-satunya negara yang baru-baru ini melaporkan kasus virus corona pertamanya. Austria, Kroasia, dan Spanyol, juga melaporkan temuan baru.

Di Austria, seorang wanita 24 tahun dan kekasihnya, diisolasi di sebuah klinik di Inssbruck. Namun, mereka dikabarkan sudah tidak lagi mengalami demam. Sementara itu, Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic mengatakan bahwa seorang pemuda yang baru saja mengunjungi Milan, Italia, terjangkit virus tersebut.

3 dari 3 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Loading