Sukses

Pakar Diet Australia Klaim Kulit Pisang Lebih Kaya Serat, Benarkah Bisa Dimakan?

Liputan6.com, Jakarta Pisang memiliki banyak manfaat, salah satunya dari kandungan kalium. Baru-baru ini, seorang pakar diet menyatakan bahwa bukan hanya daging buahnya saja yang bisa dimakan.

Menurut pakar diet asal Australia, Susie Burrell, kulit pisang ternyata juga memiliki manfaat untuk dikonsumsi. Beberapa di antaranya adalah meningkatkan kualitas tidur, kulit, hingga menurunkan berat badan.

"Anda akan meningkatkan kandungan serat secara keseluruhan setidaknya hingga sepuluh persen karena banyak serat makanan dapat ditemukan di kulit pisang," klaim Burrell seperti dilansir dari New York Post pada Senin (9/12/2019).

Selain itu, dia juga menambahkan bahwa di kulit pisang juga terdapat 20 persen lebih banyak vitamin B6 dan 20 persen lebih banyak vitamin C. Mereka juga mengandung kalium dan magnesium.

2 dari 4 halaman

Direbus Terlebih Dahulu

Burrell sendiri tidak merekomendasikan orang untuk mengunyah kulitnya secara langsung. Namun, dia lebih menyarankan untuk mengolah itu sebagai smoothie agar tidak banyak merubah banyak rasa dan teksturnya.

Burrell menambahkan, pisang dengan kulit kuning cerah memiliki antioksidan yang lebih tinggi dan terkait dengan efek anti kanker.

"Sementara kulit hijau (pisang yang kurang matang), kaya akan asam amino triptofan yang terkait dengan kualitas tidur yang baik." Dia menambahkan, kulit pisang hijau juga kaya akan serat yang bermanfaat bagi kesehatan usus.

"Karena kulit ini jauh lebih keras, mereka paling baik dikonsumsi setelah direbus untuk melembutkannya," kata Burrell.

3 dari 4 halaman

Belum Punya Dasar Ilmiah

Walaupun begitu, Anda harus ingat bahwa apa yang dinyatakan Burrell masih kekurangan bukti ilmiah. Menurut editor nutrisi laman kesehatan Health, Cynthia Sass, tidak ada yang tahu pasti bagaimana kulit pisang bisa berdampak pada penurunan berat badan.

Sass mengatakan, serat, prebiotik, dan antioksidan secara teori bisa membantu menurunkan berat badan. Namun, karena kurangnya penelitian, tidak ada bentuk, jumlah atau dosis, atau frekuensi yang pasti untuk menghasilkan manfaat itu.

"Saya rasa tidak perlu memasukkan mereka ke dalam makanan Anda," kata Sass seperti dikutip dari Health.

Selain itu, menurut ahli gizi di New York, Jackie Newgent, ada banyak cara untuk mendapatkan serat.

"Saya lebih suka merekomendasikan seseorang untuk menikmati semangkuk oatmeal atau camilan atau menambahkan gandum atau kacang-kacangan ke dalam resep yang lezat," kata Newgent.

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Awas, Konsumsi Pisang dan Susu Bersamaan Bisa Ganggu Kesehatan
Artikel Selanjutnya
Makanan yang Baik untuk Mengatasi Sakit Perut