Sukses

Nyampah Corporation, Bisnis Sosial ala Mahasiswa ITS

Liputan6.com, Surabaya - Sampah menjadi persoalan yang tidak pernah ada habisnya. Indonesia menjadi salah satu dari sejumlah negara di belahan dunia yang memiliki persoalan kompleks di bidang sosial dan lingkungan ini.

Menurut Sustainable Waste Indonesia, data pada 2018 menunjukkan bahwa 15 juta ton dari 65 juta ton sampah di negara ini tidak dikelola dengan baik.

Melihat kenyataan pahit ini mendorong mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) melahirkan Nyampah Corporation.

Tak hanya di Surabaya, startup yang berinovasi dalam pengolahan limbah plastik ini juga telah membantu menanggulangi persoalan limbah plastik di Malang dengan pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) sejak 2017.

Berawal dari uang Rp1 juta rupiah, salah satu pengembang Nyampah Corporation Aal–Abu Muslim Aljauhari mengembangbiakan larva BSF sampai membawanya ke banyak prestasi, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Kamis, 5 Desember 2019.

Dalam 10 hari, larva BSF terbukti ampuh dalam mengurangi volume limbah hingga 80 persen. Hal ini terjadi kerena dalam pengolahan limbah, larva BSF berperan sebagai pengurai yang bertugas mengonsumsi sampah organik.

 

2 dari 2 halaman

Nyampah Corporation

Menurut Aal, Nyampah Corporation juga menggunakan 20 persen residu sampah sebagai pupuk organik berkat teknik zero waste-nya. Sedangkan larva BSF dipanen sebagai makanan kaya protein bagi pakan ternak.

Melalui Nyampah Corporation, Aal telah berhasil melalukan trobosan pada bisnis sosial, memberikan kontribusi yang signifikan untuk melindungi lingkungan sekaligus memperoleh pendanaan dari berbagai prestasi yang dilaluinya.

Young Social Entrepreneurs (YSE), Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2018, ITS Youth Technopreneur 2018, dan Inkubator ITS 2019 menjadi rentetan prestasi yang tercatat. Dari finalis progam YSE 2019 saja, misalnya. Nyampah Corporation telah memperoleh pendaan senilai S$20.000 atau sekitar Rp200 juta.

“Program ini tidak hanya memungkinkan kami untuk membuat dampak yang lebih kuat dan lebih luas bagi lingkungan Indonesia, tetapi juga memberikan kesempatan untuk membangun hubungan yang baik dan menginspirasi anak muda pembawa perubahan di negara-negara lain," Ujar Aal, saat kemenangan YSE di Singapura.

Penulis : Lorenza Ferary

Loading