Sukses

Pesan Terakhir Indira Abidin: Semua karena Allah

Liputan6.com, Jakarta Wanita yang pernah menjabat sebagai Chief Happiness Officer (CHO) Fortune PR Indira Abidin meninggal dunia pada Selasa (20/8/2019), pukul 20.08 WIB di RS Holistic Purwakarta. Semasa hidup, Indira aktif sebagai pembicara dalam workshop serta seminar skala nasional maupun internasional. Dia juga giat menuangkan buah pikirannya dalam blog pribadi, indiraabidin.com.

Ada beragam tema yang ditulis Indira di blognya, mulai dari seputar karier, kehidupan, kesehatan, hingga film (yang tentunya juga dikaitkan dengan kehidupan). Semuanya bermuatan positif dan menginspirasi. Namun, yang paling mengena tentu tulisan terakhir wanita bernama lengkap Indira Ratna Dewi Abidin ini.

Indira memberi judul "Semua Hanya Pinjaman" pada tulisan yang diunggah sekitar awal Juli 2019. Di situ, Indira bercerita mengenai kondisi teranyar, betapa dia tak diperbolehkan banyak bicara sebagai syarat penyembuhan kankernya.

Indira menulis, sang suami Siraj El Munir Bustami, mengumumkan syarat tersebut. Padahal menurutnya dia sangat gemar mengobrol. Sebagai pembicara, suaranya tentu menjadi aset terbesar.

"Aku tidak bisa diajak ngobrol banyak-banyak. Padahal aku ini suka ngobrol. Dan salah satu 'asset' terbesarku ya suaraku ini. Aku dulu presentasi, jadi pembicara, mengajar, memotivasi, coaching, pimpin rapat, ya semuanya mengandalkan suara," tulis Indira Abidin.

 

2 dari 3 halaman

Bersikap Positif

Indira menyikapinya secara positif, meski terbersit sendu dalam beberapa larik tulisannya. Dia sadar, kondisi itu adalah pengingat untuknya agar lebih banyak mensyukuri nikmat pemberian Tuhan serta introspeksi diri.

"Aku sadar dulu aku mungkin tak pandai mensyukuri emas pinjaman-Nya itu. Banyak menyakiti hati, menyinggung kehormatan, dan 'gak pakai perasaan' kalau kata Abang.

"Indira melanjutkan tulisannya, "Aku bahagia aku diberi kesempatan sadar dan terbangun dari mimpi panjangku. Sakitku ini membuatku sadar lebih banyak lagi akan cinta kasih-Nya yang selama ini luput dari perhatianku."

Lebih lanjut Indira mengajak pembaca blog yang dia sebut sebagai sahabat-sahabatnya untuk memperbanyak syukur dan berterima kasih pada Tuhan.

"Dan, aku bahagia bisa berbagi pengalaman ini di sini. Sakitku ini adalah untukmu juga, sahabat-sahabatku. Sadarilah semua yang di atas tanpa harus alami apa yang kualami. Syukurilah semuanya, sampai hal-hal terkecil dan sepele, sekecil dan sesepele suara. Dan kalau kita pikir lagi, yang kecil dan sepele ini sesungguhnya amat sangat penting dan esensial dalam hidup."

Pada beberapa paragraf teakhir di penghujung tulisannya, Indira berpesan, "Berilah kredit pada Allah untuk semua nikmat-Nya. Jangan bilang kita sukses karena kerja kita saja, tapi karena Allah cinta dan ridlo akan sukses kita. Dan sesungguhnya tiap sukses adalah ujian."

 

3 dari 3 halaman

Idap Kanker Payudara

 Indira didiagnosis kanker payudara pada November 2012. Sekitar empat tahun silam tim Health Liputan6.com mendapat kesempatan berbincang dengannya di kawasan Alam Sutera, Banten. Kala itu, Indira berbagi kisah perjuangannya melawan sel kanker yang menggerogoti tubuhnya.

"Setelah USG dan mammogram di National Cancer Center Singapura tahun 2012 dokter melihat massa di payudara saya tampak berbahaya, malamnya saya langsung sholat dan bertanya maksud Allah memberikan kanker, setelah merenung dalam sujud saya malah bahagia dan bersyukur," tutur India saat itu.

Alih-alih terpuruk menghadapi penyakit tersebut, Indira bangkit dan berjuang mengembalikan kesehatannya.  Uniknya wanita berhijab ini enggan memilih pengobatan medis untuk mengenyahkan sel kanker di tubuhnya.

Dia lebih memilih pengobatan alternatif sepert terapi rompi antikanker dengan teknologi ECCT dari Warsito, diet alkali, love healing, serta mengaplikasikan teknik pernapasan Qi. Indira meyakini, kesembuhan dari kanker bersifat holistik antara pikiran (mind), tubuh (body), dan jiwa (soul).

Loading
Artikel Selanjutnya
Linda Gumelar Ajak Remaja Putri Waspadai Kanker Payudara
Artikel Selanjutnya
AI Minimalisir Kesalahan Diagnosis Kanker Payudara hingga 85 Persen