Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Dibanding Adiknya, Anak Pertama Lebih Banyak Dapat Pendidikan Seks dari Orangtua

Liputan6.com, Jakarta Sebuah penelitian menemukan bahwa urutan kelahiran berperan ketika seorang anak belajar tentang seks. Pada anak laki-laki, para peneliti mengatakan bahwa mereka yang lahir pertama memiliki keterlibatan orangtua lebih banyak dalam pendidikan seks daripada yang lahir setelahnya.

Penelitian yang dilakukan oleh London School of Hygiene & Tropical Medicine mengambil data di Inggris dari National Survey of Sexual Attitudes and Lifestyles ke-3 (Natsal-3). Studi tersebut merupakan yang terbesar dilakukan di Inggris dan dilakukan setiap 10 tahun sejak 1990. Sebanyak 45 ribu orang diwawancarai untuk penelitian ini.

Melansir Science Daily pada Jumat (29/3/2019), para peneliti mengambil sub-sampel dari lima ribu peserta Natsal-3 dengan usia 17 sampai 29 tahun. Mereka juga melihat urutan kelahiran dan mendapatkan pertanyaan tentang keterlibatan orangtua atau saudara kandung dalam pendidikan seks.

Anak-anak yang lahir pertama memiliki keterlibatan orangtua dalam pendidikan seks dibandingkan mereka yang lahir belakangan. Dari sampel tersebut, 48 persen wanita sulung dan 37 persen pria sulung, membicarakan soal seks dengan orangtuanya ketika 14 tahun. Berbeda dengan 40 persen wanita dan 29 persen pria yang merupakan anak tengah. Meskipun ada perbedaan dalam urutan kelahiran, namun tidak ada kaitan itu dengan pengalaman seksual untuk pertama kalinya. 

 

Simak juga video menarik berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Keterlibatan orangtua dalam pendidikan seks

"Selain melihat perbedaan dalam pendidikan seks menurut urutan kelahiran, kami juga menemukan perbedaan yang jelas antara jenis kelamin di semua kategori urutan kelahiran, pria secara secara konsisten melaporkan keterlibatan orangtua yang lebih rendah dalam pendidikan seks dibandingkan wanita," kata pimpinan penelitian Dr. Lotte Elton.

Sementara itu, para ilmuwan menemukan bahwa anak tengah dan terakhir lebih mungkin untuk mendapatkan pendidikan seks dari saudara mereka.

"Dalam temuan kami, kesulitan yang dihadapi pria saat berbicara tentang seks pada orangtua akan diperburuk jika mereka anak tengah atau terakhir."

Peneliti senior dari LSHTM Wendy Macdowall mengatakan, temuan tersebut menunjukkan bahwa urutan kelahiran serta gender bisa memengaruhi keterlibatan orangtua soal pendidikan seks pada anak-anaknya.

Di sisi lain, para peneliti juga mengungkapkan ada keterbatasan dalam studi itu. Yang terpenting bahwa anak-anak tengah memiliki karakteristik sosio-demografi yang berbeda, termasuk kelas sosial dan etnis dibandingkan anak kelahiran pertama dan terakhir. Temuan ini dipublikasikan di jurnal Sex Education.