Sukses

Saat Sedah Mirah Nyaman Dalam Gendongan Iriana Jokowi

Liputan6.com, Jakarta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dikenal sebagai sosok yang bersahaja. Kesederhanaan itu juga rupanya tampak pada keluarganya. Salah satunya terlihat dari penampilan sang Ibu Negara Iriana Jokowi dalam sebuah unggahan terbaru di akun Instargram resmi Jokowi. 

Dalam unggahan tersebut Iriana tengah menggendong cucu keduanya, Sedah Mirah, putri Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Meski berstatus Ibu Negara, Iriana Jokowi menggendong Sedah Mirah hanya dengan kain gendong tradisional. Gadis cilik itu pun tampak nyaman dalam dekapan neneknya. 

"Sedah Mirah nyaman dalam buaian sang nenek, seusai santap siang tadi bersama keluarga di sebuah rumah makan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara," tulis Jokowi pada caption foto yang diunggahnya di Instagram itu. 

Kain gendong tradisional memang terlihat lebih nyaman bagi bayi ketimbang kain gendong modern. Tak heran bila Sedah Mirah tampak begitu menikmati buaian Iriana Jokowi. Wajahnya terlihat gembira dengan tangan terjulur ke atas, ke arah wajah Iriana. 

Dalam waktu tiga jam setelah diunggah, foto tersebut mendapat 478.070 likes dam lebih dari 6.200 komentar. Rata-rata warganet mengomentari betapa sederhananya gaya hidup keluarga Jokowi. Tak sedikit pula yang memberi ucapan dan dukungan bagi Jokowi dalam menghadapi Debat Capres periode kedua malam ini. 

 

 

Saksikan juga video berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Manfaat mengasuh cucu seperti yang dilakukan Iriana Jokowi

Mengasuh cucu seperti yang dilakukan Iriana Jokowi rupanya memiliki banyak manfaat. Salah satunya bisa mengurangi risiko Alzheimer, seperti yang ditunjukkan oleh sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Menopause pada 2014.

Studi tersebut menunjukkan, para nenek yang membantu mengasuh cucu mereka setidaknya sekali dalam seminggu mendapat nilai yang lebih baik dalam tes kecerdasan. Hal itu menggiring peneliti untuk menyimpulkan bahwa mengasuh cucu bisa mengurangi risiko demensia dan Alzheimer. 

Selain itu, studi lain menunjukkan manfaat mengasuh cucu. Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Evolution and Human Behaviour ini, lansia yang bersedia untuk mengurus dan merawat cucu-cucunya, memiliki rasio bahaya 37 persen lebih rendah daripada rekan- rekan mereka yang tidak melakukan mengasuh cucu.

Studi yang menggunakan data dari Berlin Aging Study ini menganalisis data selama 20 tahun dari 500 lansia berusia 70 ke atas. Diketahui, para lansia yang mengasuh cucu memiliki tingkat stres cenderung rendah.

"Ada hubungan antara menyediakan pengasuhan ini dan mengurangi stres, dan kami tahu hubungan antara stres dan risiko kematian yang lebih tinggi," ujar dokter spesialis kedokteran geriatri, Ronan Factora dari Klinik Cleveland.