Sukses

Kemenkes Perketat Rekrutmen Tenaga Kesehatan Haji 2019

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan RI telah bersiap menghadapi musim haji tahun 2019. Melalui Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Puskeshaji), Kemenkes RI menggodok para calon Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) yang akan bertugas di Tanah Suci.

Ada 11.300 tenaga kesehatan yang mendaftar sebagai TKHI dan PPIH 2019. Namun, Kemenkes menetapkan hanya 1.800 tenaga kesehatan yang dibutuhkan.

Rincian tenaga kesehatan tersebut yakni TKHI sebanyak 1.521 orang dan PPIH Bidang Kesehatan sebanyak 306 orang, termasuk di dalamnya tim asistensi dan manajerial. Jumlah tersebut masih sama seperti tahun lalu.

Proses rekrutmen tenaga kesehatan mengacu pada Permenkes Nomor 3 Tahun 2018 tentang Rekrutmen PPIH, TKHI dan TPK (Tenaga Pendukung Kesehatan).

“Penentuannya sangat ketat karena jumlah kuota petugas terbatas. Penentuan petugas bukan atas dasar reward atau arisan,” tegas Kapuskeshaji Eka Jusup Singka di Jakarta seperti dilansir Sehat Negeriku. 

 

2 dari 2 halaman

Wawancara dan tes Napza

Eka juga mengatakan, rekrutmen tahun ini akan lebih diperketat dengan adanya mekanisme wawancara dan tes Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya).

Tes Napza bagi para calon tenaga kesehatan itu dilakukan bersama RS Ketergantungan Obat (RSKO) di Cibubur, Jakarta. Selain itu, juga ada tes kebugaran dan MMPI yang akan dilaksanakan saat pelatihan kompetensi. Semua kegiatan tersebut dikelola oleh Puskeshaji.

Eka berharap, petugas yang nanti terpilih kembali ke daerahnya guna melaksanakan pembinaan kesehatan bagi jemaah yang akan berangkat haji di tahun 2019.

"Semoga rekrutmen berjalan lancar dan dapat menciptakan petugas yang SHARI: sigap, handal, amanah, responsif, dan inovatif. 'Tugasku adalah ibadahku' adalah slogan para petugas kesehatan haji," ujar Eka.

 

Saksikan juga video menarik berikut

 

 

 

Evakuasi Korban Banjir di Kabupaten Gowa

Tutup Video