Sukses

Ini Keunikan Kopi Hijau Tulungagung yang Dipesan Jokowi, Tiada Bandingannya

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunggah sebuah video di akun Instagram pribadinya, @jokowi, yang memperlihatkan dirinya sedang menikmati secangkir kopi hijau.

"Malam hari ini saya di Tulungagung, dan saya sekarang ada di Angkringanku. Pemilik Angkringanku namanya Mas Aji," kata Jokowi memberitahu keberadaannya, sekaligus memperkenalkan sosok pria berkacamata yang duduk di sampingnya.

Jokowi kemudian memamerkan cangkir kecil yang dia pegang, yang di dalamnya berisi kopi hijau. "Ini kopi ijo, namanya," ujarnya. Harga secangkirnya tidak lebih dari Rp5 ribu.

Menurutnya, harga yang ditawarkan Angkringanku untuk para pembeli sangat kompetitif, cenderung sangat murah. Secangkir kopi hijau dibandrol dengan harga Rp4 ribu dan Capucino harganya Rp5 ribu. 

 

 

 
 
 
View this post on Instagram

Kopi empat ribu perak, es cappuccino lima ribu perak, hanya ada di Angkringanku, kafe Mas Aji dari Tulungagung. Slurrrrp!

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

 

Saat dihubungi Health Liputan6.com pada Sabtu, 5 Januari 2018, Aji mengatakan bahwa kopi hijau yang dipesan orang nomor satu di Indonesia itu adalah kopi khas Tulungagung, Jawa Timur. 

"Pecentus kopi ijo ada di waris, mas," kata Aji. 

"Makanya di Tulungagung itu banyak yang jual kopi ijo sampai di luar kota," ujarnya menambahkan.

 

2 dari 3 halaman

Kopi Hijau Khas Tulungagung dan Keunikannya

Menurut Aji, kopi hijau khas Tulungagung memiliki ciri yang tidak dimiliki kopi-kopi jenis lain yang tersebar di seluruh di Indonesia. 

"Kopi ijo memiliki rasa dan tekstur yang berbeda dari kopi lainnya," kata Aji.

Perbedaannya, saat dituangkan ke dalam piring kecil yang biasanya dijadikan tatakan cangkir kopi, warna yang tampak akan hitam kehijauan. Aji, menjelaskan, ini disebabkan bukan karena adanya kandungan pewarna tambahan di dalam kopi tersebut. Akan tetapi karena proses pembuatannya. 

"Proses pembuatannya, mulai dari pengeringan, biji kopi disangrai menggunakan wajan. Wajannya ini juga khusus, dan hanya ada di sini, yaitu wajan yang terbuat dari tanah liat dengan pengapian tradisional berbahan bakar kayu," kata Aji. 

Tidak gampang untuk memproses biji kopi sampai menjadi kopi hijau yang nikmat saat diteguk. Butuh keuletan dalam menjaga api supaya suhu tetap terjaga stabil. 

"Dengan begitu akan menghasilkan kopi yang matang dengan merata serta sempurna," ujarnya. 

Setelah melewati proses ini, lanjut Aji, barulah biji kopi digiling menggunakan mesin,"Jadi, seperti itu resep rahasinya untuk menciptakan kopi hijau dengan rasa yang unik." 

 

3 dari 3 halaman

Keunikan Lain dari Kopi Hijau

Keunikan lain dari kopi hijau khas Tulungagung yang tak dimiliki kopi dari daerah lainnya, ampas yang tersisa dapat dikreasikan menjadi lukisan. 

"Yang unik, masyarakat Tulungagung seringkali membuat cethe dari ampas kopi tersebut. Itu sudah menjadi budaya di sini," kata Aji. Cethe adalah seni melukis rokok dengan ampas kopi, jelas Aji. 

"Tidak semua kopi itu bisa dibuat untuk nyete, mas," kata Aji menekankan.

Loading
Artikel Selanjutnya
Penampilan Jokowi Saat Hadir di Dhaup Ageng Pakualaman
Artikel Selanjutnya
Doa Jokowi di Dhaup Ageng Putra Sulung Paku Alam X