Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Orangtua di Inggris Setuju Anak Harus Mengerti Soal Orgasme Sejak Dini

Liputan6.com, Jakarta Para orangtua di Inggris berpikir bahwa sejak dini, anak harus mendapatkan pelajaran tentang seks di sekolahnya. Termasuk mengenai orgasme.

Dikutip dari Independent pada Jumat (4/1/2019), survei dari YouGov melakukan survei terhadap 3.358 orang dewasa. Mereka menemukan, 57 persen dari peserta setuju bahwa anak-anak harus mendapatkan edukasi tentang seks di sekolah.

Studi ini sendiri merupakan kelanjutan dari pernyataan anggota parlemen Inggris Jess Phillips yang menyatakan bahwa anak-anak perempuan harus diberitahu tentang orgasme selama pendidikan seks.

"Harapan wanita harus lebih besar," kata perwakilan Birmingham Yardley berusia 37 tahun ini.

Selain itu masalah orgasme, 90 persen responden survei setuju apabila kontrasepsi dan pelecehan seksual harus diajarkan di sekolah. 89 persen juga menyatakan bahwa anak-anak harus mendapatkan pelajaran tentang periode menstruasi. 73 persen setuju jika seks yang digambarkan dalam pornografi dan kehidupan nyata juga perlu diberitahu.

Simak juga video menarik berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Isu yang dianggap belum pantas

Walaupun begitu, kelihatannya masih ada isu-isu yang masing dianggap terlalu vulgar oleh kebanyakan masyarakat Inggris. Seperti tentang fetish tertentu.

Hanya 25 persen responden yang setuju jika anak-anak harus mendapatkan pelajaran tentang fetish seksual. Sementara, hanya 21 persen yang mengatakan mereka harus mendapat cara memberikan kesenangan seksual.

Mengenai isu LGBT, 69 persen mengatakan bahwa guru harus berpandangan lebih terbuka soal ini. Selain itu, 51 persen yang lain mengatakan hal yang sama untuk transgenderisme.

"Untuk sebagian besar materi pelajaran yang potensial, mulai dari pelajaran yang lebih baik tentang Penyakit Menular Seksual, kehamilan, kontrasepsi, hingga konten yang lebih kontemporer seperti persetujuan, hubungan, dan tetap aman saat dalam jaringan, ada hampir persetujuan yang universal di antara pria dan wanita dari segala usia," tulis YouGov dalam pernyataannya.

Pulang ke Rumah, Ini Sarapan Titi Wati

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Hindari Gunakan Istilah Tak Lazim untuk Edukasi Seks pada Anak
Artikel Selanjutnya
Orangtua Enggan Bicara Seks, Ini Dampaknya Saat Anak Pubertas