Sukses

Alami Kecelakaan di Malam Tahun Baru, Segera Hubungi 119

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F Moeloek, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di malam Tahun Baru 2019. Tempat pertama adalah National Comand Centre (NCC) 119 di lantai dasar Gedung Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Jalan Percetakan Negara, Salemba, Jakarta Pusat pada Senin, 31 Desember 2018.

Menkes yang didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Drg Oscar Primadi MPH dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Dr Bambang Wibowo, tiba di pusat layanan kegawatdaruratan 119 tepat pukul 22.00 WIB. Setibanya di sana, Menkes langsung dibawa ke ruangan yang berada di sebelah kanan dari pintu masuk. 

Alasan Menkes melakukan sidak malam Tahun Baru 2019 ke NCC 119, karena setiap harinya tempat ini menerima panggilan dari masyarakat umum seluruh Indonesia yang minta pertolongan. Baik itu berupa ambulans, rumah sakit rujukan, maupun ketersediaan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD)

"Tahun Baru itu kegiatan orang-orang banyak. Pesta. Bergembira. Biasanya, kecelakaan cukup tinggi. Ketika itu terjadi, tinggal telepon 119 agar dibantu dicarikan rumah sakit terdekat atau apapun yang dibutuhkan," kata Menkes kepada Health Liputan6.com yang ikut dalam rombongan sidak malam Tahun Baru 2019.

2 dari 2 halaman

Sekarang Cukup Telepon Layanan 119

Dulu, lanjut Menkes, orang seringkali kebingungan mencari pertolongan setiap ada yang kecelakaan atau kondisi kegawatdaruratan lainnya, terlebih di malam tahun baru. Namun sekarang, segala sesuatu bisa diadukan ke layanan 119 untuk segera ditolong.

"Orang yang butuh NICU pun bisa menghubungi 119. Nanti akan dibantu sama mereka yang sedang bertugas," kata Menkes.

Dari pantauan Health Liputan6.com, sebanyak lima sampai enam orang staf bertugas di National Comand Centre (NCC) pada Malam Tahun Baru ini. Supervisor NCC 119, dr Indah Pratiwi, mengatakan bahwa sejak tadi pagi sampai Senin malam pukul 22.00 WIB, ada 2.823 orang yang menghubungi layanan 119.  

"Telepon masuk persetengah jamnya ada 33," ujarnya.

Indah menceritakan bahwa tidak semua yang menghubungi 119 benar-benar butuh pertolongan. Ada yang bahkan sekadar iseng, atau Indah menyebutnya dengan prank call.

Mendengar hal tersebut, Menkes mengatakan tak apa-apa. Itu artinya, mereka sudah tahu akan kehadiran 119 yang baru berusia dua tahun.