Sukses

Australia Sukses Pangkas Penggunaan Kantong Plastik hingga 80 Persen

Liputan6.com, Jakarta Australia berhasil mengatasi isu lingkungan hidup. Dalam tiga bulan, negara tetangga Indonesia itu sukses mengurangi penggunaan kantong plastik hingga 80 persen.

Melansir New York Post pada Kamis (6/12/2018), dua jaringan supermarket terbesar di Australia, Woolworths dan Coles, mengumumkan larangan penggunaan plastik sekali pakai di toko mereka yang ada di Queensland dan Western Australian. Beberapa daerah juga telah menerapkan aturan tersebut.

Tasmania dan South Australia juga telah melarang penggunaan kantong plastik. Sementara, Victoria diperkirakan akan memberlakukan larangan ini pada 2019. Hanya New South Wales yang belum memiliki rencana peraturan tersebut. Padahal, wilayah itu merupakan yang terpadat penduduknya.

Larangan itu awalnya memang mendapat pertentangan dari masyarakat. Bahkan, seorang pembeli di Coles dilaporkan mengancam seorang karyawan dan menyerangnya karena masalah ini. Kejadian itu membuat pihak supermarket menerapkan pajak 11 sen untuk kantong plastik daur ulang berbayar.

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Mencegah 1,5 miliar plastik mencemari lingkungan

Namun, saat ini banyak pembeli yang telah menyesuaikan diri dengan peraturan tersebut. Sebanyak 1,5 miliar plastik berhasil dicegah dari mencemari lingkungan.

"Pengecer berhak mendapatkan sejumlah besar pujian untuk memimpin salah satu perubahan paling signifikan terhadap perilaku konsumen dalam beberapa generasi. Kami juga menghargai para pembeli karena merangkul inisiatif lingkungan ini," ujar manager of industry policy di National Retail Association.

Larangan kantong plastik sendiri dilaporkan ReuseThisBag sudah berlaku setidaknya di 32 negara. Ada 18 dari negara tersebut terletak di Afrika.

Pada Juni tahun ini, Chili menjadi negara pertama yang melarang kantong plastik. Sementara di Amerika Serikat, California, dan Hawaii menjadi satu-satunya negara bagian yang menerapkan larangan tersebut. Sementara, beberapa negara menerapkan program daur ulang atau penggunaan kembali.

Artikel Selanjutnya
Spesies Baru Dinosaurus Prasejarah Ditemukan di Australia
Artikel Selanjutnya
Ribuan Warga Australia Berkontribusi pada Perdagangan Organ Tubuh Ilegal?