Sukses

Mengapa Mesti Berbohong?

Liputan6.com, Jakarta Setiap manusia pasti pernah berbohong dalam hidupnya. Ada kebohongan kecil dan besar dengan dampak yang berbeda-beda. Akan sangat menyedihkan bila seorang figur publik berbohong yang kemudian membuat resah banyak orang, walau akhirnya orang tersebut mengungkapkan kejujuran. 

Entah itu kebohongan besar atau kecil, pertanyaan mendasar yang muncul 'Kenapa perlu berbohong?' Berikut beberapa alasan seseorang memilih berbohong daripada berbicara jujur seperti dilansir laman Everyday Health, Rabu, 3 Oktober 2018.

1. Bentuk pertahanan diri

Banyak orang berbohong karena ingin melindungi diri dari situasi atau konflik yang tidak menyenangkan. Bagi si pembohong, dengan berbohong, mereka jadi bisa terhindar dari masalah. Misalnya terhindar dari hukuman atau pertengkaran. Dan hal ini bukan hanya dilakukan anak-anak, juga orang dewasa.

2. Menyenangkan orang lain

Tidak semua kebohongan didasari niat buruk, ada yang disebut 'kebohongan putih'. Orang tersebut berbohong karena ingin menghindari lawan bicara sakit hati. Misalnya seorang ayah merasa perlu berbohong agar anaknya tidak menangis.

Hingga kini, kebohongan putih seperti ini masih menjadi perdebatan bagi banyak pakar. Ada yang mengiyakan tapi banyak yang tidak sepakat dengan kebohongan putih. 

 

Saksikan juga video menarik berikut:

2 dari 2 halaman

3. Menjaga perasaan

3. Menjaga perasaan

Ada juga orang yang berbohong karena ingin melindungi perasaan diri sendiri atau lawan bicara. Misalnya ketika seorang wanita berbicara, 'Aku ditolak di perusahaan itu, tapi memang aku enggak ingin-ingin banget kerja di situ sih'. Padahal, faktanya dia ingin sekali bekerja di perusahaan itu dan mengucapkan kebohongan itu agar tidak menyakiti perasaannya sendiri.

4. Demi memperlihatkan kesan baik

Semua orang ingin terlihat memiliki citra baik, dan banyak orang melakukan kebohongan demi mencapai itu.

5. Agar disukai

Mirip dengan poin sebelumnya, hampir semua orang ingin disukai. Itu adalah sifat alami manusia. Dan, terkadang untuk disukai orang atau grup dengan melakukan kebohongan.

Loading
Artikel Selanjutnya
Masuk Daftar 100 Kota Berbahaya di Dunia, Jakarta Masih Lebih Aman dari Kuala Lumpur
Artikel Selanjutnya
LRT Jakarta Targetkan Angkut 14 Ribu Penumpang Setiap Hari