Sukses

Tips Halau Galau Tim Kesayangan Kalah di Piala Dunia 2018

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia 2018 akhirnya berakhir. Final Perancis vs Kroasia telah berlangsung tadi malam. Apapun hasilnya, jika tim kebanggaan tidak menang, pastikan hal ini tidak membuat Anda stres. 

Beberapa orang mampu keluar dengan mudah dari rasa kekecewaan saat tim kesayangan kalah di Piala Dunia. Sementara sisanya masih terbawa rasa kecewa yang berlebihan. Jika sudah sampai pada taraf stres, maka  rasa kecewa tersebut bisa membahayakan kondisi Anda.

Stres adalah kondisi dimana Anda terbebani oleh pikiran karena mengalami rasa kecewa. Efeknya sangat merugikan diri Anda, terlebih jika sudah sampai pada tingkat yang lebih parah, yakni mendatangkan berbagai macam penyakit berbahaya.

“Belakangan, stres sering dihubungkan dengan kondisi mematikan, seperti penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Karena itu, mencegah dan menghadapi stres adalah tantangan tersendiri bagi Anda yang ingin hidup sehat lebih lama,” ujar dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Stres yang tidak ditangani dengan baik dapat mengurangi semangat bekerja, dan membuat seseorang menunda atau bahkan menghindari kegiatan yang menjadi kewajibannya. Akibatnya, terjadilah stres berkepanjangan.

Menurut dr. Vito A. Damay dari KlikDokter ikut menjelaskan, “Bila dibiarkan, stres berkepanjangan dapat berujung pada depresi yang kemudian bisa memicu gangguan mental, yang berdampak lebih buruk daripada stres.”

Pada awalnya Anda bisa jadi hanya merasa stres karena tim kalah di Piala Dunia 2018. Lalu lambat-laun menjadi murung, kinerja menurun, sulit berkonsentrasi, sulit tidur dan makan, bahkan bisa jadi muncul keinginan untuk menyakiti diri hingga bunuh diri.

1 dari 3 halaman

Agar terhindar dari stres

Selama pertandingan sepak bola berlangsung, tentunya Anda akan mengalami kekecewaan ketika tim yang dijagokan akhirnya tidak memenuhi ekspektasi. Berdasarkan tips yang dianjurkan, Anda dapat mengatasi hal tersebut dengan cara berikut:

1. Ucapkan selamat kepada kubu lawan

Memuji penggemar lawan dari tim jagoan Anda adalah cara yang berkelas untuk menerima kekalahan. Meski awalnya Anda mungkin memiliki reaksi spontan terhadap kekalahan tersebut, tetap tawarkan jabat tangan dan berikan ucapan selamat untuk menunjukkan sportivitas Anda.

2. Buat daftar keuntungan

Buat daftar hal-hal yang Anda peroleh setelah terlibat sebagai pendukung tim yang dijagokan. Penting untuk diingat bahwa persaingan adalah sebatas kemenangan dan kekalahan.

Jadi, tuliskan berbagai manfaat yang Anda peroleh, misalnya mendapat teman baru, meningkatnya pengetahuan soal speak bola, dan lain sebagainya. Cara ini dapat digunakan untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang positif, sehingga Anda dapat menerima kekalahan yang ada.

3. Beri apresiasi pada diri sendiri

Beri apresiasi pada diri sendiri dengan sebuah hadiah. Menang atau kalah, kerja keras Anda pantas untuk dihargai. Belilah barang kesukaan atau lakukan wisata kuliner ke restoran yang sudah lama ingin Anda datangi.

Menerima kekalahan dalam sebuah kompetisi memang butuh waktu. Namun, terlalu lama larut dalam kesedihan juga tidak baik. American Heart Association mengatakan, sebanyak 33 persen orang terkena serangan jantung akibat depresi atau sedih yang terlalu lama.

 

2 dari 3 halaman

4. Konsumsi makanan bergizi

Stres dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Beberapa makanan yang bisa Anda jadikan pilihan misalnya pepaya, labu beserta biji, alpukat, kacang almon, ikan salmon, dan teh pepermint.

Ingatlah untuk selalu memerhatikan porsi saat mengonsumsinya. Jangan sampai berlebihan, karena hal ini justru akan semakin memperburuk keadaan.

5. Lakukan meditasi

Masih merasa stres setelah kesebelasan andalan kalah di babak final Piala Dunia? Cobalah untuk mencari tempat yang tenang dan sepi, tutup mata, kemudian tarik dalam-dalam napas Anda. Cobalah untuk mengeluarkan segala hal negatif yang menyangkut di pikiran dan hati Anda.

Jagoan kalah di final Piala Dunia? Tak perlu bersedih terlalu lama. Lakukan berbagai tips di atas agar Anda terhindar dari stres dan depresi yang berujung pada percobaan bunuh diri. Yuk, tetap semangat dan jangan berhenti memberi dukungan untuk tim kesayangan Anda!

Penulis: Bobby Agung Prasetyo. Sumber: Klikdokter.com

Artikel Selanjutnya
Didier Deschamps Tak Peduli Timnas Prancis Dianggap Bermain Buruk
Artikel Selanjutnya
Rakitic: Performa Kroasia Lebih Oke Ketimbang Prancis