Sukses

Ini Dia Rahasia Bobot Mahathir Mohamad Tak Lebih dari 64 Kilogram

 

Liputan6.com, Jakarta Sekalipun telah berusia 92 tahun, Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad menunjukkan sedikit tanda penuaan. Dirinya mengatakan selain tetap aktir berkegiatan, makan tidak berlebihan menjadi kuncinya tetap sehat.

Aktivitas yang terjaga dan gaya hidup Mahathir Mohamad terbukti membuatnya tetap waspada secara mental dan mempertahankan berat badannya di antara 62 hingga 64 kilogram selama tiga dekade terakhir.

"Saya tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, tidak makan terlalu banyak. Saya hanya makan secukupnya untuk membuat saya terus berjalan," jelas Mahathir Mohamad seperti dikutip dari Straits Times pada Jumat (29/6/2018).

"Ada kecenderungan bagi orang-orang di usia lanjut untuk menjadi gemuk. Mereka memiliki perut yang besar dan selalu memuaskan diri, mereka minum dan makan berlebihan yang menempatkan beban di hati mereka," ucap pria yang terpilih menjadi PM Malaysia untuk kedua kalinya tersebut.

"Saya sudah sekitar 62 hingga 64 kilogram selama bertahun- tahun. Saya bisa memakai pakaian yang dibuat 30 tahun lalu."

Saksikan juga video menarik berikut ini:

 

 

 

2 dari 2 halaman

Pola Makan Rendah Kalori

Selain makan dengan cukup dan tidak berlebihan, Mahathir juga pernah mengatakan bahwa dirinya mungkin punya pola makan rendah kalori seperti monyet.

Dirinya mengatakan pada The Sunday Times pada 2017 tentang sebuah penelitian bahwa pola makan monyet yang rendah kalori membuat mereka memiliki umur yang lebih panjang.

"Mungkin, saya seperti monyet," katanya.

Dirinya juga menyatakan bahwa ia sehat dan selalu siap untuk melakukan pekerjaannya di bidang politik.

"Bagi saya, untuk mengatakan ingin pergi tidur dan pensiun, lalu mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah kematian, saya pikir itu sangat egois," pungkasnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Hindari Sanksi AS, PM Malaysia Ajak Negara Muslim Pakai Sistem Barter
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] PM Malaysia Mahathir Mohamad Tolak Bayar Utang 4.500 Triliun ke China?