Sukses

Kolesterol Tinggi pada Anak Bisa Dicegah, Ini Caranya

Liputan6.com, Jakarta Pola makan tidak sehat dan kebiasaan yang tidak mau bergerak membuat anak jadi berisiko kena kolesterol tinggi. Oleh karena itu, orangtua harus segera mengatur pola makan mereka. 

Cobalah untuk tidak lagi memikirkan kuantitas, tapi kualitas. Tidak perlu banyak-banyak, yang penting kaya gizi yang memang mereka butuhkan.

Membantu mencegah kolesterol tinggi pada anak juga dapat dilakukan sedini mungkin, seperti saat Anda masih menyusui anak.

Sangat disarankan agar bayi diberikan ASI eksklusif selama enam bulan karena dapat bermanfaat untuk menurunkan risiko kolesterol tinggi di kemudian hari. ASI kemudian dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun, dengan didampingi oleh makanan pendamping ASI (MPASI).

2 dari 3 halaman

Cegah Kolesterol Tinggi pada Anak

Hingga usia tersebut, anak tidak direkomendasikan untuk membatasi asupan lemak, baik dari makanan maupun susu. Lemak hanya dibutuhkan ketika anak sedang dalam proses pertumbuhan yang pesat. Meski demikian, kurangi dan batasi makanan yang tinggi lemak jahat dan kurang bernutrisi seperti makanan cepat saji.

Hindari juga minuman manis seperti teh manis kemasan, minuman bersoda, atau jus buah kemasan. Ini juga berlaku untuk segala usia.

Karena anak yang berusia 2 tahun ke atas sudah dapat memilih makanannya sendiri dan dapat mengonsumsi jenis makanan yang lebih beragam, sangat penting untuk mengedukasi anak mengenai pemilihan jenis makanan yang baik dan bernutrisi.

Ajarkan anak untuk menghindari mengonsumsi makanan manis dan berlemak tinggi (termasuk alasan-alasannya), terutama makanan yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh yang banyak terdapat pada aneka jajanan, camilan, keripik, kue, goreng-gorengan, dan makanan cepat saji. Ajarkan pada anak sedini mungkin tentang pentingnya (dan nikmatnya) mengonsumsi sayur dan buah.

3 dari 3 halaman

Jangan Ragu Bawa Anak ke Dokter untuk Cek Apakah Kolesterol Tinggi

Apabila anak sudah dapat berjalan dan berlari dengan mantap, Anda dapat memperkenalkan aktivitas fisik. Cobalah memulainya dengan mengajak anak lari, joging, menari, bersepeda, berenang, dan lain-lain.

Ketika usia anak sudah lebih besar, pilihan aktivitas fisik yang bisa dilakukan juga akan lebih banyak. Keluarga pun dapat dilibatkan untuk bisa berolahraga bersama, sehingga akan lebih bersemangat dan menyenangkan.

Apabila anak Anda memiliki kolesterol tinggi, jangan ragu untuk membawanya ke dokter. Jika memang kadarnya kolesterolnya mengkhawatirkan untuk usianya, dokter akan memberikan pengobatan untuk menurunkan kolesterol jika diperlukan. Ingat, untuk mencegah hal ini terjadi, pastikan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang diimbangi dengan aktivitas fisik, ya!

Penulis : dr. Karin Wiradarma / Klik Dokter

Loading