Sukses

Diet Keto, Apa Itu?

Liputan6.com, Jakarta Banyak artis Hollywood yang menjalankan diet ketogenik atau biasa disingkat diet keto. Kim Kardashian dan Gwyneth Paltrow adalah dua diantaranya yang mengaku berhasil menurunkan berat badan dengan menjalankan diet ini. Sebenarnya, seperti apa diet keto?

Menurut ahli nutrisi asal New York, Maya Feller, diet keto memang bisa membantu menurunkan berat badan. "Benar, diet ini bisa menurunkan berat badan," kata Feller kepada ABC News, dikutip Senin (8/1/2018).

Banyak diet yang menganggap lemak adalah musuh, tidak demikian dengan diet keto. Diet ini serupa dengan diet rendah karbohidrat ketat lainnya, seperti diet Atkins atau LCHF (low carb, high fat).

Bedanya, diet keto dirancang untuk membuat tubuh masuk dalam keadaan yang disebut ketosis. Yakni sebuah kondisi ketika asupan karbohidrat sangat rendah, sehingga membakar lemak agar tubuh bisa berenergi.

Untuk bisa mencapai ketosis, diet keto meminta orang yang mengikutinya untuk fokus mengonsumsi makanan tinggi lemak dan protein tapi rendah karbohidrat. Asupan karbohidrat pengikut diet keto hanya sekitar 10 persen dari asupan makanan mereka sehari-hari. Jumlah karbohidrat itu setara dengan satu potong roti per hari seperti disampaikan Feller.

 

Saksikan juga video menarik berikut:

1 dari 3 halaman

Asupan lemak tak sembarangan

Para pengikut diet ini mengonsumsi protein sekitar 20 persen dari total diet harian.

Sisanya atau sekitar 70 persen dari total asupan makanan sehari-hari adalah lemak. Jumlah lemak tersebut sekitar lima kali lipat dibandingkan yang disarankan untuk lemak harian orang Amerika.

Walau begitu, bukan berarti sembarang lemak bisa dikonsumsi. Feller menekankan untuk mengonsumsi sumber lemak sehat seperti minyak zaitun dan kacang-kacangan.

 

2 dari 3 halaman

Bukan diet jangka panjang

Diet keto mendapat banyak kritikan karena persentase karbohidrat yang amat kecil. Para ahli nutrisi juga mengatakan bila diet ini dijalankan dalam waktu lama bisa menyebabkan seseorang kehilangan massa otot dan membuat fungsi otak terganggu.

Feller setuju bahwa diet keto bukanlah diet yang disarankan untuk dijalankan dalam waktu lama.

"Penelitian banyak mengatakan bahwa Anda bisa melakukan diet ketogenik selama beberapa bulan. Tubuh tidak bisa bertahan dalam kondisi ketosis berkepanjangan," tegas Feller.

Alangkah baiknya, bila Anda akan menjalankan diet keto setelah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau dokter spesialis gizi klinis atau ahli nutrisi.

Artikel Selanjutnya
Alami Obesitas, Pola Makan Begini yang Harus Diterapkan
Artikel Selanjutnya
Diet Udara hingga Makan Kapas, 5 Cara Ekstrem Turunkan Berat Badan