Sukses

Konsumsi Sabu, Apa Saja Dampaknya untuk Tubuh?

Liputan6.com, Jakarta Lagi-lagi artis terjerat kasus narkoba jenis sabu. Kali ini Jennifer Dunn ditangkap polisi gara-gara memesan sabu dari seseorang berinisial FS.

Sabu merupakan narkoba jenis amphetamine-type stimulants (ATS). Mengonsumsi sabu menyebabkan lonjakan perasaan bahagia dari biasanya.

"Sabu itu stimulan, stimulan membuat pikiran, perasaan, dan perilaku jadi meningkat. Bisa berpikir cepat, lebih aktif, energik," kata dr. Benny Ardjil, SpKJ, ICAP II dari Pondok Tebing Al Yamin Addiction Recovery Training, Bandung.

Namun, jika sudah kecanduan sabu lalu setop mengonsumsi barang haram ini bisa menyebabkan muncul gejala putus zat.

"Kalau pakai sabu dia semangat, happy. Kalau putus zat jadi males, murung, enggak ada semangat dan bisa depresi," kata Benny saat dihubungi Health-Liputan6.com pada Rabu (3/1/2018).

 

Saksikan juga video menarik berikut: 

1 dari 2 halaman

Cara bebas dari kecanduan sabu

Bila seorang pengguna ingin bebas dari kecanduan sabu, Benny mengatakan, caranya dengan terapi atau rehabilitasi. Cepat lambatnya sembuh tergantung dari banyak faktor.

"Tergantung dulu dia dosisnya berapa, sudah berapa lama dia memakai, tergantung kepribadiannya seperti apa, latar belakang keluarga seperti apa juga turut memengaruhi," kata Benny lagi.

Selama di tempat rehabilitasi, seseorang pengguna narkoba akan melakukan aktivitas-aktivitas untuk menahan rasa sugesti atau keinginan untuk pakai.

"Ada cara-caranya itu untuk mengatasi keinginan itu. Lalu, ada teknik-tekniknya itu ketika galau, jadi tak perlu pakai obat," katanya.

Artikel Selanjutnya
Tiga Kali Kasus Narkoba, Jennifer Dunn Mengaku Alami Tekanan Jiwa
Artikel Selanjutnya
Riza Shahab Pakai Sabu, Ini Efek pada Tubuh