Sukses

Waspadai 6 Masalah Kesehatan Ini Jika Anda Selalu Merasa Haus

Liputan6.com, Jakarta Sering merasa haus? Terlalu banyak makan makanan asin atau bekerja terlalu keras bisa membuat mulut kering dan terus ingin minum air. Menurut dokter Laura M. Hahn di Mercy Medical Center Baltimore, setiap kondisi yang mengubah air atau keseimbangan garam dalam tubuh bisa memicu rasa haus.

Namun, jika Anda sudah cukup merasa terhidrasi dengan baik (yang bisa dicek melalui warna urine), tapi masih tetap merasa sering kehausan, bisa jadi pertanda adanya suatu penyakit dalam tubuh. Apa saja penyakit tersebut?

1. Diabetes

Dilansir Prevention, Kamis (29/9/2016), diabetes bisa meningkatkan tingkat kehausan Anda. Ketika kadar gula darah terlalu tinggi, tubuh Anda menekan ginjal untuk memproduksi urine lebih banyak untuk menyingkirkan kelebihan glukosa.

Sering buang air kecil akan membuat Anda sering merasa haus. Kondisi ini akan memicu Anda untuk minum lebih banyak cairan yang bisa menyebabkan masalah. Jika Anda sering buang air kecil dan juga merasakan gejala lain seperti penurunan berat badan, kelelahan atau cepat emosi, cobalah lakukan tes gula darah.

2. Haid

Selama haid terutama di hari pertama dan kedua, Anda mungkin akan merasa sering haus. Tapi, jangan khawatir karena kondisi ini termasuk normal. Hormon estrogen dan progesteron dapat mempengaruhi volume cairan.

Banyaknya darah yang keluar membuat tubuh kehilangan darah sehingga ada peningkatan rasa haus selama haid. Cukup pastikan Anda minum cukup banyak air selama haid.

3. Mulut kering

Ini dikenal dengan xerostomia yang merupakan kekeringan abnormal dari membran mukosa mulut. Xerostomia biasanya terjadi karena pengurangan aliran atau perubahan komposisi saliva. Jika kelenjar Anda tidak membuat air liur yang cukup, dapat menyebabkan bau mulut, kesulitan mengunyah dan air liur yang seperti benang.

Mulut kering dapat disebabkan oleh efek samping dari obat seperti obat alergi dan obat pusing. Ada juga beberapa penyakit yang dapat menyebabkan mulut kering.

2 dari 2 halaman

Anemia

4. Anemia

Kehilangan darah tiba-tiba adalah penyebab paling umum dari munculnya anemia. Saat itu, tubuh Anda kehilangan sel darah merah lebih cepat sebelum bisa menggantinya lagi. Proses mengganti darah seperti itu memicu rasa haus.

Salah satu penyebab paling umum haid yang berat atau banyak mengeluarkan darah adalah karena kondisi tiroid rendah. Lebih dari 70 persen orang mengalami kekurangan tiroid, yang bisa membuat sebagian perempuan sangat kehausan. Pemeriksaan fisik dan tes darah akan menentukan apakah Anda mengalami anemia atau tidak dan jenis pengobatannya.

5. Tekanan darah rendah

Stres kronis menyebabkan fungsi kelenjar adrenal menurun yang dapat mengakibatkan tekanan darah rendah. Ini dapat menyebabkan seseorang mengalami pusing, depresi, kecemasan dan rasa haus yang ekstrem.

Haus adalah cara tubuh Anda menambahkan lebih banyak air ke darah Anda untuk terus meningkatkan tekanan darah. Solusinya, cobala untuk mengurangi dan mengelola stres Anda.

6. Diet

Makanan yang memiliki efek diuretik (seledri, asparagus, bit, lemon, melon, jahe dan peterseli) dapat membuat Anda haus karena mereka bisa menyebabkan Anda sering buang air kecil. Meskipun makanan ini memiliki banyak manfaat kesehatan, pertimbangkan untuk menambahkan makanan lain pada bahan makanan yang memiliki efek diuretik.

Anda juga dapat menyeimbangkan timbangan dengan mengonsumsi makanan yang kaya cairan seperti oatmeal dan beras merah.

(Aluna Swara)