Sukses

Kenapa Asma Bisa Mematikan?

Liputan6.com, Jakarta Meski belum jelas penyebab meninggalnya istri komedian Tukul Arwana, Hj.Susiana, banyak yang menduga wanita yang kerap disebut namanya sebagai Susi Similikiti ini meninggal karena asma pada Selasa, 23 Agustus 2016 jam 18:00 WIB di RS.Brawijaya Jakarta. Tapi bisakah penyakit asma membuat orang meninggal dunia?

Kepala Penasihat Medis dari National Asthma Campaign, Inggris, Dokter Martyn Partridge, menyebutkan, kebanyakan kematian yang disebabkan oleh asma terjadi karena gejala yang makin memburuk dan terjadi secara gradual yang pada akhirnya menyebabkan kematian yang tak diharapkan.

Menurut Martyn, kematian akibat asma memang sangat jarang."Penyebab utama kematian akibat asma terjadi karena kondisi henti napas yang menyebabkan saluran napas tertutup dan pasokan oksigen ke otak terhenti,"ujar Martyn seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (23/8/2016).

Penderita asma memiliki saluran pernapasan yang lebih sensitif dibandingkan orang lain tanpa asma. Ketika paru-paru teriritasi oleh pemicu (iritasi udara, infeksi saluran napas, obat tertentu) maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan. Dengan minimnya lintasan udara di saluran napas, oksigen pun berkurang di paru-paru bahkan tak ada sama sekali. Penderita bisa pingsan bahkan meninggal seketika.

Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei tahun 2014, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk. Setelah dilakukan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma.