Sukses

8 Cara Turunkan Risiko Kena Kanker

Liputan6.com, New York- Tentu tak ada yang ingin terkena kanker. Untuk bisa terhindar dari kanker bisa dengan melakukan pencegahan.

Sekitar 40 persen penyebab kanker karena perilaku gaya hidup tak sehat seperti merokok, makan berlebih, dan tidak berolahraga seperti mengutip studi The British Journal of Cancer pada 2011.

"Sebagian besar kanker paru terkait dengan merokok. Lalu kanker kulit terkait dengan paparan sinar matahari. Lalu sebagian besar kanker serviks tekait dengan HPV," tutur dokter dari Helen F. Graham Cancer Center, Amerika Serikat, Gregory Masters.

Dan memang ada faktor genetik pemicu kanker yakni sekitar 10-15 persen, tambahnya lagi. "Namun tetap dengan fokus menjaga perilaku hidup sehat cara efektif turunkan risiko terkena kanker," tegas Gregory.

Berikut delapan cara menurunkan risiko terkena kanker seperti dikutip laman Prevention, Kamis (14/7/2016).

1. Jangan merokok

Semakin mengurangi paparan rokok, semakin baik dalam mengurangi risiko terkena segala jenis kanker termasuk kanker paru. "Menghindari tembakau merupakan salah satu cara terbaik menghindarkan risiko dari kanker," tutur Masters.

2. Timbangan di angka normal

Memiliki berat badan normal bukan hanya sekadar indah dipandang tapi juga baik untuk kesehatan. Memiliki lemak berlebih itu terkait dengan meningkatnya risiko sembilan macam kanker termasuk esofagus, ginjal, dan kandung empedu seperti diungkap American Institute for Cancer Research.

Di era modern seperti saat ini menjaga berat badan merupakan tantangan sulit. Ada banyak makanan cepat saji lalu minim kegiatan luar ruangan. Namun sebaiknya jaga indeks massa tubuh tetap normal.

3. Olahraga minimal 30 menit per minggu

Tak susah sebenarnya untuk sehat, sediakan waktu 30 menit berolahraga dalam seminggu pasti bisa. Dalam jurnal Nutrition and Cancer peneliti mendapati olahraga 30 menit seminggu sudah mampu menurunkan risiko terkena kanker payudara hingga 35 persen.

"Aktivitas fisik memiliki efek protektif. Selain membantu mempertahankan berat badan normal juga mengurangi peradangan. Hal ini mampu mencegah sel-sel tubuh berubah jadi ganas," tutur Division of Cancer Prevention and Control Research University of California Los Angeles, Patricia Ganz.

4. Hindari minuman beralkohol

Alkohol merupakan penyebab terjadinya kanker seperti kanker mulut, hati, tenggorokan, usus, dan payudara. Tak begitu jelas apa kaitan konsumsi alkohol dengan kanker. Namun peneliti menduga alkohol bisa merusak jaringan sel.

Misalnya saja di usus besar, bakteri dapat mengonversi alkohol menjadi sejumlah besar asetaldehida. Ini adalah bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker.

2 dari 2 halaman

Perbanyak asupan brokoli dan kubis

5. Perbanyak asupan brokoli dan sayur lain

Sayuran tidak hanya menjaga tubuh tetap langsing tapi juga mampu melawan kanker. Sayuran seperti brokoli dan kubis mengandung glucosinolate yang menunjukkan sifat antikanker.

Selain itu masih banyak sayuran lain yang memiliki kandungan hebat melawan kanker salah satunya tomat. Sayuran berwarna merah atau hijau ini kaya likopen, sebuah fitokemikal yang mampu menghalangi molekul yang bersifat radikal.

Jangan lupa makan terong juga. Di dalamnya mengandung nasunin, antioksidan yang mampu memangkas asupan darah sel kanker.

6. Aplikasikan tabir surya

Saat aktivitas banyak dilakukan di luar ruangan jangan lupa aplikasikan tabir surya. Sebuah studi yang dipublikasikan Journal of Clinical Oncology di 2010 menemukan orang yang mengaplikasikan tabir surya sekitar 50 persen berisiko lebih rendah terkena kanker kulit jenis melanoma.

7. Jauhi stres dan rileks

Stres sendiri tak akan menyebabkan kanker, namun dapat mengubah lingkungan dalam tubuh menjadi prakanker lebih nyata seperti diungkap Ganz.

Mengelola stres merupakan cara untuk membuat diri jadi lebih rileks. Seperti melakukan yoga hingga mengabaikan email kantor setelah jam kerja.

8. Deteksi dini

Melakukan skrining tidak hanya bisa mencegah kehadiran kanker tapi bisa melihat adanya tanda-tanda prakanker.

Pada wanita berusia di atas 20 tahun paling tidak setiap tiga tahun sekali lakukan skrining pemeriksaan payudara. Lalu pada wanita sudah menikah lakukan pap smear setiap tiga tahun sekali.

Lalu, bagi Anda yang sudah berusia 50 tahun ada baiknya cek kanker kolon. "Mendeteksi kanker dini itu penting. Semakin dini diketahui semakin besar kesempatan sembuh," tutur Masters.