Sukses

Angkat Anak Sebagai Pancingan Hanya Mitos?

Liputan6.com, Jakarta Mengangkat anak sering dianggap sebagai pancingan supaya cepat punya anak oleh pasangan yang sudah lama menikah tapi tak kunjung dikaruniai momongan.

Ada juga pasangan yang baru menikah pilih melakukan hal serupa agar terhindar dari omongan tetangga yang beranggapan orang yang menikah harus segera punya anak.

"Sebenarnya bukan pancingan, melainkan take off the pressure dari lingkungan sosial. Jadinya ini tidak adil. Bagaimana perasaan anak kalau tahu dia anak yang diangkat sebagai pancingan? Secara psikologis kita membuat masalah baru di masyarakat," kata Psikolog Seksual Zoya Amirin kepada Health Liputan6.com di Jakarta pada Jumat (20/5/2016).

Zoya menganggap mengangkat anak supaya cepat dikaruniai anak adalah mitos. Faktanya, bukan anak itu yang bisa memancing seorang perempuan bisa hamil, tapi secara psikologis anak tersebut menghilangkan beban dari setiap pertanyaan orang lain yang hanya membuat pasangan jengah.

"Masyarakat kita sebenarnya kejam. Kalau lama nggak ketemu, yang dilihat gemuk kurusnya. Kalau sudah menikah mau punya anak berapa? Sudah punya anak ditanya lagi kapan punya anak? Anak-anak sudah besar, kapan besanan? Orang-orang itu nggak ada kerjaan lagi selain kepoin orang lain. Itu yang membuat zaman sekarang begitu berat," kata Zoya.

Menurut Zoya, jika pasangan mau memiliki anak, rencanakan dengan benar tanpa ada paksaan. Tanyakan kepada pasangan masing-masing, kapan mau punya anak? Sudah siap belum punya anak? Dibawa santai malah lebih berhasil, kata Zoya.

"Aku selalu bilang sama yang baru menikah, hei, have fun, hidup cuma sekali, jangan sedih. Kalau ada orang yang baru menikah jangan ditekan dengan doa 'Cepat-cepat punya momongan'. Ngucapin selamat menikah kok kayak begitu," kata Zoya.

Loading