Ampuhkah CFD Turunkan Jumlah Penderita Diabetes Jakarta?

Banyak orang turun ke jalan saat car free day (CFD). Ampuhkah hal ini turunkan risiko diabetes pada penduduk Jakarta?

Diterbitkan 20 April 2016, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kesadaran masyarakat Jakarta untuk mulai aktif bergerak terlihat cukup besar. Terbukti dengan banyaknya orang yang turun ke jalan saat car free day (CFD). Ada yang lari, jalan cepat, dan beragam aktivitas lainnya.

Mengingat saat ini diabetes menjadi penyakit nomor lima terbesar di Jakarta, cukupkah ampuhkah pola hidup seperti itu?

Baca Juga

  • Dinkes: Diabetes Penyakit Nomor 5 di Jakarta
  • Menkes: Usia Bukan Patokan Terkena Diabetes
  • Obat Bukan Satu-satunya Cara Kendalikan Diabetes

"Dianjurkan seminggu tiga kali minimal dengan masing-masing 30 menit. Itu pola yang benar. Kalau CFD saja tidak cukup," kata Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr Lily Sulistyowati di Pasar Mayestik, Rabu (20/4/2016)

Lily menjelaskan, faktor risiko akibat kurang olahraga sebesar 65 persen. Lebih lanjut, jumlah 5,6 prevalensi diabetes dari 2.000 sampel lebih rendah jika dibanding prevalensi nasional yaitu 6,9 persen berdasarkan riskesdas 2013.

"Tapi tetap upaya pencegahan dan deteksidibu tetap dilakukan. Salah satunya dengan memperbaiki pola hidup karena PTM sangat dipengaruhi oleh gaya hidup," ujar dia.