Sukses

Kasus Gagal Ginjal Akibat Hipertensi Banyak Ditemui di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Hipertensi atau tingginya tekanan darah bukan hanya menyebabkan penyakit jantung tapi juga ginjal. Saat tekanan darah naik, pembuluh darah dalam ginjal tertekan dan mengakibatkan pembuluh rusak serta menghambat proses penyaringan dalam ginjal bekerja dengan baik.

Menurut ahli penyakit dalam dan hipertensi, dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, gangguan fungsi ginjal akibat hipertensi bisa berupa penyakit ginjal akut, ginjal kronis dan gagal ginjal. Dalam kasus berat, ginjal sudah tidak dapat lagi menjalankan sebagian atau seluruh fungsinya.

"Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko meningkatnya kematian pada pada pasien hemodialisis. Di samping itu, berdasarkan data dari Indonesian Renal Registry (IRL) tahun 2013, penyebab utama kasus gagal ginjal di Indonesia ternyata penyakit hipertensi," katanya, melalui siaran pers, Selasa (16/2/2016).

Agak berbeda dengan luar negeri karena hipertensi biasanya menyebabkan diabetes. Di Indonesia, beban penyakit hipertensi sangat tinggi. Berdasarkan data 6 bulan pertama pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (Januari-Juni 2014), klaim pengobatan rawat jalan dan rawat inap penyakit katastropik sebesar Rp. 5,27 trilyun (belum termasuk Puskesmas).

"Sosialisasi penyakit hipertensi harus terus dilakukan secara teratur dalam upaya meningkatkan kualitas pengobatan pada pasien terutama di era Jaminan Kesehatan Nasional atau BPJS. Pasien hipertensi yang tidak ada risiko komplikasi bisa mengakses layanan kesehatan primer, sebaliknya mereka yang memiliki komplikasi seperti kasus resistasional hipertensi atau yang mengalami kerusakan target organ ditangani di tingkat rujukan (sekunder) dan bisa dirujuk-balik untuk penanganan yang bersifat perawatan umum," katanya.

Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH) Dr.dr.Yuda Turana, SpS, mengatakan, di tingkat nasional secara keseluruhan terdapat 25,8 persen pasien hipertensi di Indonesia. Ironisnya, lebih dari 60 persen pasien tidak sadar mereka menderita hipertensi dan lebih dari 80 persen di antaranya tidak melakukan kontrol terhadap tekanan darah mereka.

Sebagai tambahan, hipertensi jarang sekali menjadi penyakit tunggal karena lebih dari 80 persen pasien ini mengalamai komorbid dengan penyakit lain, seperti hiperlipidemia dan diabetes.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS