Sukses

4 Suplemen Vitamin Ini Tidak Dianjurkan untuk Kesehatan Tubuh

Liputan6.com, Jakarta Kandungan multivitamin yang sudah terkemas ideal memang meyakinkan seseorang untuk mengkonsumsinya, namun ternyata efek berkepanjangan dari kandungan suplemen tersebut berakibat kerusakan organ tubuh. 

Lorraine Maita, MD seorang dokter di Summit, New Jersey sekaligus diplomat di American Academy of Anti-Aging and Regenerative Medicine mengatakan vitamin dan juga mineral yang tidak dibutuhkan pada tubuh manusia dapat membahayakan kesehatan tubuh.

Seperti dilansir laman Prevention, Minggu (17/01/2016) berikut vitamin dalam bentuk suplemen yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi pada tubuh manusia.

1. Kalsium

Khasiat dari kalsium memang sangat penting untuk kesehatan tulang. Maita mengatakan "Penelitian terbaru menunjukkan bahwa suplemen kalsium tidak benar-benar masuk ke dalam tulang, sebaliknya justru dapat memberikan kerusakan pada arteri dan jaringan tulang lunak karena berisiko jantung", jelasnya.

Seorang ahli diet di Portland, Oregon - Andrea Cox mengatakan suplemen kalsium dapat mengakibatkan tubuh rentan akan batu ginjal.

Maita menyarankan pengkonsumsian kalsium yang dibutuhkan tubuh dapat diganti melalui makanan seperti sayuran hijau, salmon, sarden, almond, dan brokoli.

2. Vitamin E

Studi menemukan risiko kematian lebih tinggi dari pengkonsumsian vitamin E jika dosis yang diasup berlebihan. Jumlah vitamin E tinggi dalam multivitamin sangat berisiko akan efek kematian lebih cepat dan juga kanker, jelas Cox.

3. Zat besi

Mineral dalam zat besi membantu dalam pembentukan hemoglobin, dan juga dapat memberikan oksigen pada paru-paru di seluruh tubuh. Namun, suplemen yang mengandung zat besi dapat menyebabkan peradangan hati dan kerusakan sel.

4. Vitamin B6

Maita mengatakan pengonsumsian vitamin B6 pada suplemen menyebabkan masalah serius. "Meskipun vitamin B6 larut dalam air dan memiliki anjuran yang cukup aman, namun bila pengkonsumsian terlalu banyak dapat menyebabkan racun pada tubuh dan menyebabkan abnormal pada saraf yang disebut neuropati," tutupnya.

Loading