Anak yang Aktif Juga Harus Diperhatikan Asupan Makannya

Seaktif apa pun anak Anda, perhatikan juga pola makannya. Tidak boleh sembarangan memasukan makanan ke dalam tubuhnya

Diterbitkan 29 Desember 2015, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ibu harus tetap memerhatikan pola makan seorang anak yang aktif di kehidupan sehari-hari. Sebanyak apa pun kegiatan anak dalam bentuk aktivitas fisik, ibu tidak boleh mengabaikan prinsip makan sehat.

"Tetap harus dijaga. Cuma beda aturan makan saja. Untuk anak yang masih tumbuh dan berkembang tentu berbeda aturan makannya dengan orang dewasa," kata pakar gizi Dr dr Samuel Oetoro, MS, SpGK, kepada Health Liputan6.com ditulis Selasa (29/12/2015)

Anak yang aktif memang butuh karbohidrat. Namun, bukan berarti baik jika ibu memberinya nasi putih. Bagaimana juga nasi merah masih lebih baik dari nasi putih.

Baca Juga

  • Kiat Tetap Hidup Sehat Meski Harga BBM Naik
  • Ajak Anak untuk Sehat itu Mudah, Terapkan saja Prinsip 5S
  • Sedot Lemak Bisa Akibatkan Kematian?

"Waktu anak makan nasi merah diserap di saluran cerna. Lalu gula darah naiknya pelan-pelan karena diserapnya juga pelan-pelan. Sedangkan nasi putih, begitu dimakan, segera diserap, gula darah naik, pankreas bereaksi mengeluarkan insulin. Tidak ada seratnya juga. Kalau dibiarkan begitu terus, mau tahan berapa lama pankreasnya? Akhirnya kena diabetes," kata dia menambahkan.

Untuk jumlahnya, selama anak aktif, tidak perlu terlalu khawatir. Mau makan banyak silakan tapi karbohidrat, lemak, protein harus yang terpilih. Juga gorengan. Anak masih boleh makan gorengan tapi hanya boleh sekali dalam sehari.

"Kasih dia kesempatan makan ikan goreng dan ayam goreng. Tapi jangan pagi, siang, malam, dikasih gorengan melulu. Habis itu selingannya tahu dan tempe goreng atau pisang goreng. Sama saja orangtua mulai memasukkan lemak minyak berlebihan," kata Samuel menerangkan.