Studi: Merokok Picu Gangguan Jiwa

Adanya hubungan perokok dengan risiko gangguan jiwa berat atau skizofrenia pada usia muda.

Diterbitkan 13 Juli 2015, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London Sebuah penelitian yang dilakukan King College London menemukan adanya hubungan perokok dengan risiko gangguan jiwa berat atau skizofrenia pada usia muda.

Diterbitkan di Lancet Psychiatry, analisis yang dilakukan dari 61 studi terpisah ini menunjukkan, nikotin dalam asap rokok dapat mengubah otak.

"Sangat sulit untuk mengetahui sebab-akibat tembakau bisa menjadi penyebab masalah kejiwaan. Namun kami berharap, penelitian dan uji klinis lain dapat dilakukan untuk membantu memberikan bukti yang lebih kuat," kata Dr James MacCabe dari Institute of Psychiatry, Psychology and Neuroscience at King, seperti dikutip BBC, Senin (13/7/2015).

Penelitian yang melibatkan 14.555 dan 273.162 non-perokok ini menunjukkan, ada 57 persen orang di antaranya yang mengalami kondisi gangguan kejiwaan.

Sebelumnya, merokok memang telah lama dikaitkan dengan psikosis, tetapi pasien skizofrenia sering percaya, merokok bisa meringankan penderitaan akibat penyakit ini seperti mendengar suara-suara atau halusinasi. Penelitian ini menguatkan, bahwa perokok harian memiliki risiko skizofrenia dua kali lebih besar dari yang tidak merokok. 

Para peneliti mengatakan nikotin dapat mengubah kadar dopamin otak. Direktur Institute of Psychological Medicine di Cardiff University, Prof Michael Owen juga sependapat, merokok dapat meningkatkan risiko skizofrenia.

"Faktanya sangat sulit untuk membuktikan tanpa uji coba secara acak, tetapi ada banyak alasan yang menunjukkan merokok mengakibatkan sakit mental," tukasnya.