Tren Sulit Ereksi Juga Dialami Para Pria Muda

Disfungsi ereksi juga terjadi pada mereka yang berusia di bawah 40 tahun

Diterbitkan 08 Januari 2015, 14:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pada kebanyakan kasus, pencarian pengobatan untuk disfungsi ereksi (DE) paling banyak dilakukan pria dewasa atau yang sudah lansia. Namun di Singapura, sejumlah dokter menyebut kalau laki-laki muda di sana pun tidak sedikit yang sudah mencari pengobatan untuk kondisi seksual satu ini.

DE merupakan satu kondisi di mana seorang pria tidak lagi mampu mempertahankan ereksinya. Tapi, DE sebenarnya dapat diobati dan disembuhkan. Dan kebanyakan dokter akan meresepkan sildenafil sitrat, yang dapat membantu para pria mempertahankan ereksinya. Dua obat yang banyak digunakan oleh para pengidap DE adalah viagra dan cialis.

Urolog asal Singapura, Dr Peter Lim, tidak kaget melihat kondisi seperti ini. Pada 1980 hingga 1990, hampir semua pasien DE adalah pria berusia di atas 40 atau 60 tahunan. Namun kini, semua telah bergeser menjadi usia 20 hingga 30 tahunan.

Menurut Lim, stres karena tekanan kerja menjadi salah satu faktor utama DE terjadi pada pria berusia muda.

Melansir Asia One, Rabu (7/1/2015), Lim kembali menjelaskan, diabetes, diet yang buruk, merokok dan mengonsumsi alkohol, serta obesitas juga menjadi faktor utama terjadinya disfungsi ereksi.