Liputan6.com, Jakarta Saat seorang bayi hadir di keluarga, siapapun ingin menggendong dan membelainya, terutama sang ibu. Namun, keinginan itu harus ditahan Kirsti Kinkle, seorang ibu dari California. Penyakit langka yang dialami putrinya, Kiira, membuatnya tak bisa dipeluk, dicium ataupun digendong.
Bayi cantik berusia dua bulan Kiira Kinkle itu mengalami kelainan kulit genetik yang disebut epidermolisis bulosa distrofik resesif, yang menyebabkan kulitnya melepuh atau luka bila disentuh.
"Ini adalah penyakit terburuk yang belum pernah didengar," kata Kirsti, seperti dilaporkan KCRA-TV, Jumat (19/12/2014).
Menurut sang ibu, merek pakaian atau kain kasar, serta sentuhan di lengan Kiira bisa menyebabkan lecet.
"Saya tidak bisa memegang tangannya karena terus menerus dibalut. Tak ada kontak kulit ke kulit," kata Kirsti.
Ia mengatakan, satu-satunya cara menggendong bayinya adalah dengan menggunakan selimut yang membungkus tubuhnya untuk melindunginya.
Kirsti dan suaminya Jason bertemu dengan ahli medis di rumah sakit anak-anak di Stanford University. Tak ada obat untuk kondisi yang dialaminya karena bisa menyebabkan sakit meski dengan sentuhan sederhana.
"Tidak ada obatnya, tapi dokter di Stanford dan University of Minnesota berusaha. Tapi, apapun yang ada saat ini hanya pengobatan untuk memperbaiki kondisi,"kata Kirsti.
Orangtua yang sudah memiliki dua anak perempuan lainnya itu berusaha memahami mengapa mereka tak bisa menyentuh bayi mereka. Keduanya berharap dokter di Stanford bisa meringankan penderitaan Kiira.
Kirsti dan Jason selalu memakaikan Kiira sarung tangan dan kaki untuk mencegahnya menggores atau menyakiti dirinya.
Sang bayi hanya bisa digendong dengan menggunakan selimut tipis untuk melindungi punggungnya.
Bayi Cantik Ini Tak Bisa Disentuh dan Dicium
Kirsti Kinkle harus menahan keinginannya untuk mencium dan menggendong putrinya Kiira. Kelainan kulit genetik membuat kulitnya gampang luka.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/782831/original/020405000_1418971655-bayicantik.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton10 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
- 1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
- Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
- Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
- Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
- Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
- Jangan Diburu! Penyu Jadi Spesies Kunci dalam Keseimbangan Ekosistem Laut4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
- Saat Rak Supermarket Jadi Kunci Dorong Pola Makan Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
- Bappenas Soroti Dekarbonisasi Industri dan Pembiayaan Hijau6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
- Di KTT BRICS, Prabowo Ajak Anggota Manfaatkan Ekonomi Hijau dan Mineral Kritis6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
- Target 100 Persen Sampah Terkelola pada 2029, Ini Strategi KLH1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
- Pasar Karbon Berkualitas Bukan Sekadar Kejar Nilai Ekonomi1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297473/original/054602700_1784094013-cek_fakta_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)