Sukses

Ini Dia Kelebihan Bayi Tabung

Liputan6.com, Jakarta Konsultan fertilitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (FKUI-RSCM) Dr dr Budi Wiweko SpOG (K) mengatakan program bayi tabung dapat memperkecil kemungkinan penurunan penyakit dari orang tua kepada anak.

"Jadi meskipun suami-istri menderita thalasemia, dengan bayi tabung kemungkinan anak menderita thalasemia akan diperkecil. Begitu pula dengan penyakit-penyakit genetik lainnya," kata Budi Wiweko dalam sebuah acara di Jakarta, Selasa.

Budi juga mengatakan tidak akan ada perbedaan antara anak yang lahir melalui pembuahan normal atau bayi tabung. Anak hasil bayi tabung tidak akan mengalami kecacatan baik fisik maupun psikis.

Melalui program bayi tabung, suami-istri juga dapat memilih jenis kelamin bayi yang akan dikandung. Hal itu memungkinkan karena akan dipilih sperma yang memiliki kromosom tertentu yang sesuai dengan jenis kelamin manusia.

Selain itu, program bayi tabung juga bisa menghasilkan beberapa embrio sehingga memungkinkan istri untuk mengandung bayi kembar. Kehamilan ganda tersebut sebenarnya termasuk komplikasi program bayi tabung.

"Pada perempuan berusia di bawah 30 tahun, memang akan disuntikan dua embrio. Sedangkan perempuan berusia 30 tahun ke atas akan disuntikan tiga embrio. Itu dilakukan untuk mempertinggi peluang keberhasilan bayi tabung," tutur Budi.

Selain itu, embrio yang merupakan hasil pembuahan sperma terhadap sel telur yang dilakukan di laboratorium juga bisa disimpan dengan suhu minus 196 derajat celcius. Karena itu, bila pasangan suami istri ingin memiliki anak lagi, embrio tersebut yang akan disuntikan ke dalam rahim.

"Embrio bisa bertahan hingga 30 tahun," ujarnya.