Liputan6.com, Jakarta Kalau Anda bertanya kenapa banyak obat China dipalsukan, jawabannya sangat logis. Sesuatu yang potensial mendatangkan keuntungan, itulah alasan satu-satunya yang dijadikan patokan para pemalsu. Untuk apa memalsukan sesuatu, dengan risiko masuk penjara, jika hanya akan mendatangkan kerugian?
Ada macam-macam cara yang dipakai para pemalsu obat tradisional China menurut Ahli Pengobatan Tradisional China (Traditional Chinese Medicine/ TCM) DR.dr. William Adi Tedja, antara lain.
Kenapa dipalsukan
• Kemasan asli menggunakan bahasa Inggris, oleh pemalsu digunakan aksara China. Diduga mereka “menunggangi” persepsi awam bahwa obat China pasti menggunakan huruf China.
• Posisi hologram dibuat berbeda dengan aslinya.
• Warna kemasan tidak sama persis dengan kemasan aslinya. Bisa lebih pudar, atau sebaliknya tempak kelewat kuat warnanya.
• Bila kemasan asli tidak banyak mencantumkan kandungan obat, pada kemasan palsu dicantumkan berderet-deret kandungan obat walaupun isinya tidak sesuai.
• Pemalsu mengganti lambang pada kemasan. Contohnya, jika lambang kemasan asli berbentuk bulat, kemasan palsu segitiga.
Advertisement
Pasang harga rendah
• Pemalsu kadang memasang harga jauh di bawah harga obat asli. Contohnya, jika obat asli berharga Rp 250 ribu, obat palsu dijual Rp 25 ribu, tetapi kadang harganya sama.
• Ada yang mencantumkan diproduksi di Malaysia. Namun, ketika alamat yang tertera dicek, ternyata tidak ada nama perusahaan tersebut.
• Ada pemalsu yang memasukkan bahan berbeda dengan kandungan bahan aslinya, termasuk menambahkan unsur kimia sintetis.
• Kemasan aslinya diburu untuk kemudian diisi dengan obat palsu, sedangkan kemasan palsu diisi dengan obat asli dengan harga yang jauh lebih murah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/741054/original/032005600_1411450082-obat_china.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/275/original/016580600_1469521079-Abdi_Susanto_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312895/original/060240200_1782180154-000_B7XU3W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303531/original/058987900_1782168483-AP26173793551298-Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7562358/original/065768500_1780339879-norwegia_swedia_uj_coba.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8306243/original/097675000_1782171964-000_B7XN2AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260724/original/073509600_1781647690-PRANCIS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482261/original/017449400_1769169646-Timnas_Yordania-Kelme.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260719/original/004737300_1781644637-000_B7BY7EB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)