Sukses

Jeruk Pencuci Mulut Terbaik di Dunia

Liputan6.com, Jakarta Jeruk selalu identik dengan warna oranye. Namun jeruk yang satu ini memang unik, karena berwarna merah. Ini bukan jeruk bali, karena bentuk dan rasanya jelas berbeda.

Jeruk Darah Sisilia, namanya. Sesuai namanya, buah ini memang merupakan jeruk khas Pulau Sisilia di Italia. Ukurannya persis dengan jeruk biasa, berbeda engan jeruk bali yang berkulit lebih tebal dan berukuran lebih besar. Warna daging buah Jeruk Darah Sisilia sangat mencolok, dengan gradasi warna mulai dari oranye berserat merah gelap, merah-oranye, merah terang keungu-unguan, dan merah kehitam-hitaman. Sementara kulitnya berwarna oranye bersemu merah atau ungu.

Lantas, darimana warna merahnya berasal? Semua jeruk mengandung karotena, pigmen kuning-oranye seperti yang terdapat pada kuning telur dan wortel. Namun Jeruk ini mengembangkan pigmen merah yang disebut antosianin, yang menghasilkan warna merah pada buah yang matang.

Sebagaimana warnanya yang menarik, aroma jeruk Sisilia ini sangat segar dan menggiurkan. Sementara rasanya asam-manis dengan cita rasa yang kuat, -hampir mirip dengan raspberry.

Tak hanya itu, buah ini juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Segelas perasan jeruk ini merupakan sumber energi yang lezat dan sehat, yang mengandung karbohidrat, mineral, dan serat yang mudah dicerna.

Dengan cita rasanya yang kuat, keseimbangan asam-manis yang ideal, serta sisa rasa yang kaya dan tahan lama, para pakar makanan dunia yakin bahwa Jeruk Darah Sisilia adalah salah satu jeruk pencuci mulut terbaik di dunia!

Sejumlah pakar tanaman telah mencoba untuk mengembangkan benih jeruk ini dari luar daerah asal tanamnya: area terbatas di antara provinsi Catania, Syrakuse, dan Enna di Sisilia. Namun, buah yang dihasilkan tidak berwarna merah.

Bahkan, buah-buah yang sama telah dibudidayakan di bagian-bagian lain Italia sebelah selatan dan juga di Spanyol, Maroko, Florida, dan California, namun tidak satu pun yang berhasil meniru semua kualitas dari jeruk darah Sisilia.

Menurut sejarah setempat, benih jeruk dibawa ke Sisilia dari Asia pada abad ke-4 Masehi, namun ini adalah jeruk biasa yang asam rasanya. Jeruk manis dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis pada abad ke-14 dan ke-15, lalu dari sana diperkenalkan ke Amerika bersama dengan varietas jeruk lainnya. Akan tetapi, baru pada permulaan abad ke-20, jeruk darah untuk pertama kalinya diidentifikasi secara resmi di Sisilia.

Jangan lewatkan untuk membeli dan mencoba rasa buah khas Sisilia ini ketika Anda berkunjung kesana.