Raja Gyanendra Membubarkan Pemerintahan Sher Bahadur Deuba

Pemerintahan PM Nepal Sher Bahadur Deuba dibubarkan Raja Gyanendra. Pembubaran dilakukan karena mereka dianggap gagal menggelar pemilihan anggota parlemen dan tak mampu memulihkan perdamaian di kawasan Nepal.

Diterbitkan 02 Februari 2005, 01:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Khatmandu: Raja Nepal Gyanendra membubarkan pemerintahan Perdana Menteri Nepal Sher Bahadur Deuba karena dianggap gagal menggelar pemilihan anggota parlemen dan tak mampu memulihkan perdamaian. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Selasa (1/2), Gyanendra juga menyatakan negara dalam keadaan darurat.

Menurut Gyanendra, kabinet baru akan dibentuk di bawah pimpinannya dan langkah yang diambilnya bukanlah suatu kudeta. Gyanendra juga menangguhkan penerapan sejumlah undang-undang di antaranya kebebasan pers, berbicara, dan mengungkapkan pendapat. Angkatan bersenjata akan diberi kekuasaan lebih besar untuk menegakkan hukum dan menjaga ketertiban. Namun, hak asasi manusia tetap akan dihormati.

Beberapa saat setelah Raja Gyanendra berpidato, seluruh jaringan telepon dan internet di negara tersebut terputus. Sejumlah jalur penerbangan segera dialihkan. Aktivitas warga sipil pun dibatasi [baca: Jam Malam di Kathmandu Diperpanjang].

Meski Gyanendra menyatakan langkahnya bukan kudeta. Sejumlah tentara mengepung rumah Sher Bahadur Deuba dan beberapa pejabat tinggi lainnya. Sejumlah tentara dengan kendaraan tempur lengkap juga meningkatkan patroli di Ibu Kota Kathmandu.(JUM/Rcm)