19 Orang Tewas Akibat Gempa Magnitudo 7,8 di Filipina

Selain korban tewas, ratusan orang dilaporkan terluka.

Diterbitkan 08 Juni 2026, 16:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manila - Sedikitnya 19 orang dilaporkan tewas setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang lepas pantai Pulau Mindanao, Filipina selatan, pada Senin (8/6/2026). Selain menewaskan belasan orang, gempa kuat tersebut juga menyebabkan lebih dari 130 orang terluka dan merusak sejumlah bangunan di wilayah terdampak.

Otoritas setempat melaporkan korban jiwa tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Cotabato Selatan, Sultan Kudarat, Sarangani, dan Kota General Santos yang berada dekat dengan pusat gempa, dikutip dari laman BBC, Senin (8/6).

Gempa terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat dengan pusat berada di lepas pantai Mindanao. Guncangan kuat memicu kepanikan warga dan menyebabkan sejumlah bangunan runtuh.

Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan parah adalah sebuah restoran cepat saji Jollibee di Kota General Santos. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan bangunan tersebut ambruk hingga menyisakan puing-puing.

Selain korban tewas, sedikitnya 134 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Namun, jumlah tersebut masih menunggu verifikasi dari Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Filipina.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan pemerintah pusat telah mengerahkan berbagai instansi untuk menangani dampak bencana dan membantu masyarakat terdampak.

"Pemerintah pusat sedang bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao," kata Marcos dalam pernyataannya.

Pemerintah juga memerintahkan penangguhan kegiatan belajar mengajar di sejumlah wilayah terdampak. Kebijakan tersebut diberlakukan karena gempa terjadi bertepatan dengan hari pertama tahun ajaran baru di Filipina.

Badan seismologi Filipina mencatat lebih dari 130 gempa susulan setelah gempa utama, dengan magnitudo berkisar antara 1,3 hingga 6,7.

Gempa juga memicu peringatan tsunami di Filipina dan sejumlah negara di kawasan Pasifik, termasuk Indonesia, Jepang, dan Australia. Meski sebagian besar peringatan kemudian dicabut, gelombang tsunami tetap terdeteksi di beberapa wilayah pesisir dengan ketinggian bervariasi dari beberapa sentimeter hingga 1,4 meter.

Filipina merupakan salah satu negara yang paling rawan gempa di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik, jalur aktivitas tektonik yang sering memicu gempa bumi dan letusan gunung berapi.