Liputan6.com, Beijing - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya bertemu dengan pemimpin China Xi Jinping pada Kamis (14/5/2026). Peristiwa ini menandai pertemuan penting yang akan diisi negosiasi mengenai konflik global, perdagangan internasional, dan masa depan kecerdasan buatan (AI) hanya dalam waktu lebih dari 24 jam.
Trump tiba di Great Hall of the People, sebuah bangunan megah era Mao di sisi barat Lapangan Tiananmen, pada Kamis pagi untuk menghadiri upacara penyambutan resmi yang kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan tatap muka selama satu jam bersama Xi.Â
Barisan petugas berseragam berjajar di sepanjang karpet merah yang dibentangkan di depan Great Hall of the People ketika Xi dan Trump berjalan berdampingan menuju podium untuk mengikuti prosesi penghormatan sebelum disambut sorakan murid-murid sekolah dasar yang melambaikan bendera AS dan China.Â
Advertisement
Upacara itu ditutup dengan pertunjukan korps musik militer China yang dipersiapkan dengan sangat rapi, sebelum Trump dan Xi memulai putaran pertama pembicaraan bilateral mereka.Â
Dalam sambutan pembukaan, Xi mencatat bahwa tahun 2026 menandai 250 tahun kemerdekaan AS dan mengatakan bahwa stabilitas hubungan AS-China diperlukan bagi dunia.
Trump pada gilirannya mengatakan bahwa dirinya dan Xi telah saling mengenal sejak lama. Ia menyebut Xi sebagai "pemimpin besar".
"Saya mengatakan kepada semua orang bahwa Anda adalah pemimpin besar. Kadang-kadang orang tidak suka saya mengatakan itu, tetapi saya tetap mengatakannya karena itu benar," kata Trump kepada Xi seperti dikutip dari laporan The Guardian.
Kedua pemimpin dijadwalkan membahas konflik di Timur Tengah, perang dagang AS-China, perselisihan mengenai Taiwan, serta persaingan global di bidang kecerdasan buatan.
Keputusan Trump meluncurkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan kepemimpinan negara yang memiliki hubungan dekat dengan China dan mengancam pasokan energi global, telah membayangi pembicaraan yang semula difokuskan untuk mencapai kesepakatan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan di Air Force One saat rombongan Trump menuju Beijing bahwa AS akan mendesak Beijing untuk membantu menangani krisis Iran.
"Kami berharap dapat meyakinkan mereka untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam membuat Iran menghentikan apa yang sedang mereka lakukan sekarang dan apa yang mereka coba lakukan sekarang di Teluk Persia," kata Rubio kepada Fox News.
"(China) adalah tantangan politik terbesar kami secara geopolitik dan juga hubungan paling penting yang harus kami kelola," ujarnya.
Beijing sendiri berharap dapat menggunakan pertemuan ini untuk mengkalibrasi ulang hubungan AS-China dan membangun fondasi bagi hubungan perdagangan yang stabil dan, secara optimistis, dapat diprediksi ke depannya.
Duta Besar China untuk ASÂ Xie Feng menulis dalam sebuah kolom yang diterbitkan surat kabar resmi Partai Komunis China pada Kamis, "Di tengah meningkatnya ketidakstabilan internasional, signifikansi strategis hubungan China-AS menjadi semakin menonjol."
Xie mengatakan bahwa tidak adanya interaksi antara dua negara adidaya tersebut bukanlah sebuah pilihan.
Â
Perbedaan dengan Lawatan Tahun 2017
Belum jelas hasil konkret apa yang akan dicapai dalam pembicaraan pekan ini. Pemerintahan Trump telah berbicara mengenai pembentukan Dewan Perdagangan dengan China untuk menangani perbedaan komersial antara kedua negara. Beijing ingin mendorong Trump melunakkan dukungan AS terhadap Taiwan, baik melalui perubahan retorika maupun pengurangan penjualan senjata ke pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut, meskipun banyak pihak di Beijing mengakui bahwa hal itu kecil kemungkinan terjadi.
Meski kunjungan ini berlangsung kurang dari dua hari, Xi dan Trump akan memiliki banyak waktu untuk berinteraksi.
Kunjungan ini menjadi pertemuan pertama dari kemungkinan empat pertemuan antara kedua presiden yang diperkirakan berlangsung tahun ini.Â
Pada Kamis siang, kedua pemimpin akan mengunjungi Temple of Heaven di Beijing, sebuah kompleks keagamaan era Dinasti Ming yang juga pernah dikunjungi Henry Kissinger dan mantan presiden AS Gerald Ford.
Dalam kunjungan pertamanya pada 2017, Trump menjadi pemimpin asing pertama dalam sejarah modern China yang diundang makan malam di dalam Forbidden City, kompleks istana luas yang selama ratusan tahun menjadi tempat tinggal para kaisar China.
Terdapat perbedaan lain dibanding kunjungan kenegaraan tahun 2017.
Tahun ini, China diduga tidak terlalu berupaya memastikan langit biru menjelang kedatangan Trump.
Pada 2017, pabrik-pabrik diperintahkan menghentikan produksi dan kendaraan dengan tingkat polusi tinggi dilarang melintas beberapa hari sebelum kunjungan Trump hampir satu dekade lalu, pada masa ketika China menyatakan perang terhadap polusi udara dan melakukan upaya khusus untuk membersihkan langit menjelang acara politik penting seperti kunjungan pejabat asing dan Olimpiade Beijing.
Tidak ada upaya semacam itu tahun ini. Indeks kualitas udara di ibu kota berada di atas 150 hari ini, jauh di atas pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)Â untuk udara sehat, menyelimuti kota dengan kabut asap abu-abu yang dipenuhi polutan berbahaya bagi kesehatan manusia.
Dalam beberapa tahun terakhir, perjuangan China melawan polusi udara melambat. Hal itu sebagian disebabkan karena perbaikan besar telah tercapai: tahun lalu tingkat rata-rata PM2.5 di Beijing, partikel paling berbahaya dalam polusi udara, turun di bawah angka 30 untuk pertama kalinya sejak pencatatan dimulai lebih dari satu dekade lalu.
Namun langit yang sangat tercemar masih cukup sering terjadi. Dan kunjungan presiden Amerika Serikat tidak lagi menjadi alasan untuk membersihkannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5830572/original/060125200_1778733022-WhatsApp_Image_2026-05-14_at_11.30.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409459/original/084990600_1479451750-Xi_Jinping.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/31/original/066230900_1744296913-me.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262509/original/033331100_1781827688-063_2282269735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8511784/original/085283500_1782434702-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524142/original/094092100_1782453480-ChatGPT_Image_26_Jun_2026__12.36.24.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530163/original/006345300_1782462263-IMG-20260626-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2704247/original/044238300_1547530681-Bendera_China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2748581/original/016857400_1552342962-penatagon.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8440972/original/063692400_1782333943-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8408666/original/027545800_1782291949-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_18.58.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4347729/original/082024200_1678087558-20230306-Ekonomi-China-AP-6.jpg)