10 Mei 1503: Christopher Columbus Temukan Kepulauan Cayman

Pada 10 Mei 1503, penjelajahan Columbus berhasil menemukan surga baru di Karibia.

Diterbitkan 10 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, George Town - 10 Mei 1503 Menjadi sejarah bagi Christopher Columbus yang selama ini identik dengan penemuan Benua Amerika. Namun, sejarah mencatat bahwa dalam ekspedisi keempatnya pada Mei 1503, navigator ulung ini menemukan sebuah permata tersembunyi di barat laut Laut Karibia: Kepulauan Cayman.

Siapa sangka, wilayah yang kini menjadi pusat ekonomi dan pariwisata dunia ini memiliki sejarah penamaan yang unik dan penuh kekeliruan.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di sana, Columbus terpukau oleh populasi penyu yang sangat banyak, hingga ia menamai wilayah tersebut Las Tortugas (Pulau Penyu). Dilansir dari Scientificrussia pada Kamis (7/5/2026). 

Namun, identitas pulau ini terus berubah. Dua puluh tahun kemudian, peta dunia menyebutnya sebagai Lagartos, yang berarti buaya. Nama yang kita kenal sekarang, "Cayman", baru populer sekitar tahun 1530. Menariknya, para ahli sejarah menyebutkan bahwa nama ini kemungkinan muncul karena kesalahan para pelancong Eropa yang salah mengira iguana asli pulau tersebut sebagai buaya atau kaiman.

Selama satu abad setelah kunjungan navigator Inggris, Francis Drake, pada tahun 1586, Kepulauan Cayman menjadi lokasi strategis di tengah laut. Bukannya dihuni masyarakat tetap, pulau ini justru menjadi "rest area" bagi:

Perjalanan politik kepulauan ini pun tak kalah menarik. Setelah dikuasai Inggris sejak Perjanjian Madrid tahun 1670, Kepulauan Cayman sempat berada di bawah bayang-bayang Jamaika. Namun, saat Jamaika merdeka pada 1962, warga Cayman justru memilih untuk tetap setia di bawah yurisdiksi Inggris.