30 Maret 1981: Presiden ke-40 AS Ronald Reagan Jadi Target Upaya Pembunuhan

30 Maret 1981 menjadi hari ketika Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan ditembak di luar sebuah hotel di Washington, D.C.

Diterbitkan 30 Maret 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, D.C.- Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan ditembak oleh seorang pria bersenjata saat meninggalkan Hotel Washington Hilton usai menghadiri acara konvensi serikat pekerja, pada 30 Maret 1981 waktu setempat. Insiden ini langsung mengguncang pemerintahan dan masyarakat Amerika Serikat.

Pelaku melepaskan lima hingga enam tembakan dari jarak dekat ketika Presiden Reagan berjalan menuju limusinnya. Dalam peristiwa tersebut, Reagan mengalami luka serius setelah peluru mengenai tubuhnya dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Universitas George Washington untuk menjalani operasi darurat.

Selain presiden, sejumlah pejabat turut menjadi korban. Juru Bicara Gedung Putih James Brady mengalami luka parah di bagian kepala. Seorang agen Dinas Rahasia serta seorang anggota kepolisian Washington juga dilaporkan terluka dalam insiden tersebut, dikutip dari BBC, Senin (30/3/2026).

Saksi mata menyebutkan, sebelum penembakan terjadi, Presiden Reagan sempat tersenyum dan melambaikan tangan kepada wartawan yang menunggu. Namun, situasi berubah drastis ketika suara tembakan terdengar dan petugas keamanan segera mengevakuasi presiden ke dalam kendaraan lapis baja.

Pelaku, yang digambarkan sebagai pria berusia sekitar 20-an dengan rambut pirang, berhasil dilumpuhkan di lokasi oleh aparat keamanan dan langsung diamankan.

Laporan awal menyebutkan Presiden Reagan kemungkinan mengalami luka pada paru-paru, meskipun informasi tersebut belum sepenuhnya dikonfirmasi saat kejadian berlangsung. Meski demikian, terdapat laporan yang menyebutkan Reagan masih dalam kondisi sadar saat tiba di rumah sakit.

Ibu Negara Nancy Reagan dilaporkan segera menuju rumah sakit untuk mendampingi suaminya.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran nasional, mengingat memori publik terhadap pembunuhan Presiden John F. Kennedy masih kuat. Reagan sendiri baru menjabat selama 69 hari saat insiden terjadi.

Situasi pemerintahan sempat diliputi ketidakpastian karena Wakil Presiden George Bush sedang dalam perjalanan kembali ke Washington dari Texas. Hingga saat itu, belum ada pernyataan resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dampak insiden juga terasa di sektor lain. Bursa saham Amerika Serikat menghentikan sementara aktivitas perdagangan, sementara acara Academy Awards ditunda sebagai bentuk respons terhadap situasi darurat nasional.

Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dan latar belakang pelaku.