Tiga Bersaudara Ditangkap Terkait Ledakan di Kedubes AS di Norwegia

Nama Iran terseret dalam peristiwa ledakan ini.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 18:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Oslo - Kepolisian Norwegia pada Rabu (11/3/2026) menangkap tiga bersaudara yang diduga terlibat dalam pengeboman di Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Oslo pada akhir pekan lalu. Ledakan tersebut hanya menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan dan tidak menimbulkan korban luka.

Jaksa Christian Hatlo dalam konferensi pers mengatakan ketiga tersangka adalah warga negara Norwegia keturunan Irak yang ditangkap di Oslo. Polisi masih menyelidiki motif di balik aksi tersebut.

"Kami masih bekerja dengan beberapa hipotesis. Salah satunya adalah kemungkinan bahwa tindakan ini dilakukan atas perintah entitas pemerintah," kata Hatlo seperti dikutip dari CNA.

Ia menambahkan bahwa kemungkinan tersebut wajar dipertimbangkan mengingat sasaran serangan adalah Kedubes AS serta situasi keamanan global saat ini.

Hatlo menjelaskan bahwa penyelidikan akan berupaya mengklarifikasi peran masing-masing dari ketiga bersaudara yang semuanya berusia sekitar 20-an tahun tersebut.

"Kami meyakini salah satu dari mereka adalah orang yang menempatkan bom di luar kedutaan, sementara dua lainnya diduga terlibat sebagai pihak yang membantu dalam aksi tersebut," ujar Hatlo kepada para wartawan.

Sementara itu, pengacara salah satu tersangka, Oystein Storrvik, mengatakan kepada stasiun televisi TV 2 bahwa kliennya telah mengakui keterlibatan dalam kasus tersebut.

"Dia mengakui bahwa dia yang meletakkan bom di sana," tutur Storrvik kepada media tersebut.

Storrvik juga menyampaikan bahwa kliennya telah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

"Dia telah menjelaskan apa yang terjadi dan saya tidak memiliki komentar lebih lanjut saat ini," sebut Storrvik.

 

Kemungkinan Keterlibatan Aktor Proksi

Meski ketiga bersaudara tersebut sebelumnya tidak dikenal oleh pihak kepolisian, Hatlo menyatakan bahwa penyidik tidak menutup kemungkinan adanya kaitan dengan jaringan kriminal.

Dalam laporan penilaian ancaman tahunan yang dirilis bulan lalu, dinas keamanan Norwegia PST menyebut Iran sebagai salah satu ancaman utama bagi negara tersebut. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa Iran dapat memanfaatkan "aktor proksi", termasuk jaringan kriminal, untuk melakukan berbagai tindakan.

Namun pada Selasa (10/3), duta besar Iran untuk Oslo membantah keterlibatan negaranya.

"Tidak dapat diterima jika kami dijadikan pihak yang dituduh," kata Alireza Jahangiri kepada surat kabar Norwegia Verdens Gang.

Menurut kepolisian, pelaku ledakan yang digambarkan "cukup kuat" tersebut juga mungkin bertindak atas motif pribadi mereka sendiri.

Kedutaan-kedutaan AS di kawasan Timur Tengah saat ini berada dalam status siaga tinggi menyusul serangan AS terhadap Iran. Beberapa fasilitas diplomatik dan industri telah menjadi sasaran serangan seiring respons Teheran terhadap situasi tersebut.

Ledakan di Oslo terjadi pada Minggu (8/3) sekitar pukul 01.00 dini hari di pintu masuk bagian layanan konsuler Kedubes AS.

Pada Senin (9/3), pihak berwenang merilis dua gambar yang diambil dari rekaman kamera pengawas. Foto tersebut memperlihatkan seorang tersangka yang mengenakan pakaian gelap dengan tudung menutupi kepala serta membawa ransel.

Sekitar waktu yang sama dengan terjadinya insiden, sebuah video sempat diunggah ke halaman Google Maps milik Kedubes AS.

Video, yang kini telah dihapus, tersebut disebut menampilkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, yang wafat pada hari pertama serangan AS dan Israel ke Teheran.

Menurut laporan penyiar publik Norwegia NRK, orang yang mengunggah video itu menuliskan pesan dalam bahasa Persia: "Tuhan Maha Besar. Kami menang."

Pihak kepolisian juga telah membuka penyelidikan terkait unggahan video tersebut.