9 Hari Agresi Israel ke Lebanon, 570 Orang Tewas dan 1.444 Orang Luka-Luka

Jumlah total korban agresi Israel sejak 2 Maret telah mencapai 570 orang, dengan 1.444 orang luka-luka.

Diterbitkan 11 Maret 2026, 12:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kurun waktu sembilan hari sejak agresi Israel di Lebanon, ribuan orang warga sipil menjadi korban. Terhitung sejak 2 Maret 2026 hingga hari ini, 570 orang meninggal dunia.

"Jumlah total korban agresi Israel sejak 2 Maret telah mencapai 570 orang, dengan 1.444 orang luka-luka," demikian menurut pusat krisis Pemerintah Lebanon, Selasa (10/3). Dilansir Antara.

Salah satu korban luka adalah putra Menteri Keuangan Israel yang berhaluan sayap kanan Bezalel Smotrich. Dia dilaporkan terluka dalam serangan mortir di dekat perbatasan Lebanon yang juga melukai sejumlah tentara Israel lainnya.

Melalui unggahan di platform X, Smotrich menyatakan bahwa putranya, Benya Hebron, termasuk di antara delapan prajurit Israel yang terluka akibat serangan tersebut pada Jumat.

Menurut Smotrich, sebuah peluru mortir ditembakkan ke arah posisi pasukan Israel di kawasan perbatasan. Serpihan ledakan mengenai tubuh putranya hingga menembus bagian punggung dan perut sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Berkat rahmat Tuhan, salah satu serpihan peluru menembus hatinya dan bersarang di dinding pembuluh darah terbesar di perutnya,” tulis Smotrich dalam unggahannya, dikutip dari laman Middleeasteye, Selasa (10/3/2026).

Ratusan Ribu Orang Mengungsi

Untuk diketahui. Pada Senin (2/3/2026), amunisi udara milik militer Israel menghantam wilayah pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah. Serangan itu sebagai balasan atas roket yang ditembakkan dari Lebanon ke arah Israel. Gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah, mengaku bertanggung jawab atas serangan ke Israel sebagai balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Tentara Israel lalu membalas dengan serangan besar-besaran ke sejumlah daerah padat penduduk di seluruh negeri itu, termasuk Beirut. Ratusan ribu warga mulai meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di daerah-daerah yang lebih aman di Lebanon.

Total sekitar 517.000 orang pengungsi telah terdaftar di platform bantuan pemerintah Lebanon seiring dengan berlanjutnya serangan Israel di seluruh negara itu, kata Menteri Sosial Lebanon Haneen Sayed pada Minggu (8/3/2026).

Sayed mengatakan, saat ini terdapat 117.228 orang pengungsi yang tinggal di 538 tempat pengungsian resmi di seluruh Lebanon, sementara yang lain mendaftar secara daring di luar tempat penampungan melalui platform moza-relief.com.

Dia mengimbau para pengungsi yang belum mendaftar, baik yang berada di dalam maupun di luar tempat pengungsian, untuk mendaftar melalui platform tersebut guna mempermudah penyaluran bantuan, dikutip dari laman Antara News, Selasa (10/3).

Mengenai layanan kesehatan, Sayed menyebut bahwa 429 tempat pengungsian terhubung langsung dengan pusat kesehatan yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan Lebanon, yang menyediakan layanan medis dasar untuk tindak lanjut.