AS Klaim Telah Tenggelamkan Lebih dari 30 Kapal Iran

Klaim ini disampaikan oleh komandan United States Central Command (CENTCOM), Brad Cooper pada konferensi pers bersama Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Diterbitkan 06 Maret 2026, 11:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Militer Amerika Serikat mengklaim telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal milik Iran selama operasi militer yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Klaim tersebut disampaikan oleh komandan United States Central Command (CENTCOM), Brad Cooper, dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Cooper mengatakan, serangan yang dilakukan pasukan Amerika dalam beberapa hari terakhir telah menghantam berbagai target militer Iran, termasuk fasilitas peluncur rudal dan infrastruktur pertahanan. Dalam operasi tersebut, armada laut Iran juga menjadi sasaran utama.

“Sekarang jumlahnya sudah lebih dari 30 kapal,” kata Cooper, merujuk pada kapal angkatan laut Iran yang diklaim telah dihancurkan atau ditenggelamkan oleh pasukan AS, dikutip dari laman War.gov, Jumat (6/3/2026).

Ia menambahkan bahwa dalam beberapa jam sebelum konferensi pers berlangsung, militer AS juga menyerang sebuah kapal induk drone milik Iran yang ukurannya disebut mendekati kapal induk era Perang Dunia II. Kapal tersebut dilaporkan terbakar setelah serangan tersebut.

Serangan terhadap armada laut Iran merupakan bagian dari operasi militer yang lebih luas, yakni Operation Epic Fury, yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel untuk melemahkan kemampuan militer Iran.

Menurut Cooper, selama operasi berlangsung, pasukan pembom Amerika juga telah menyerang hampir 200 target di wilayah Iran, termasuk fasilitas peluncur rudal balistik yang berada jauh di dalam wilayah negara tersebut.

Militer AS juga mengklaim bahwa dampak operasi tersebut terlihat pada penurunan kemampuan serangan Iran. Serangan rudal balistik Iran dilaporkan turun sekitar 90 persen sejak awal konflik, sementara serangan drone menurun sekitar 83 persen.

Meski demikian, klaim mengenai kerugian militer Iran tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dari pihak Iran. Konflik yang meningkat antara kedua pihak terus memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih luas di kawasan Timur Tengah.