PM Kanada Tanggapi Ancaman Trump soal Pembukaan Jembatan Internasional Gordie Howe

PM Carney menjawab ancaman Trump dengan menjelaskan soal kepemilikan hingga pendanaan pembangunan jembatan yang menghubungkan AS-Kanada.

Diterbitkan 11 Februari 2026, 10:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Ottawa - Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney, menyatakan ia telah melakukan percakapan yang positif dengan Presiden Donald Trump setelah pemimpin Amerika Serikat (AS) tersebut mengancam akan memblokir proyek jembatan baru yang menghubungkan kedua negara, Gordie Howe International Bridge.

Pernyataan itu muncul setelah pada Senin (9/2), Trump mengunggah pesan panjang di media sosial yang secara keliru mengklaim bahwa proyek Gordie Howe International Bridge senilai USD 4,6 miliar—yang menghubungkan Windsor, Ontario, dengan Detroit, Michigan—hampir tidak melibatkan AS. Jembatan tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2026.

Dalam unggahannya, Trump menyatakan bahwa Kanada memiliki kedua ujung jembatan.

"Sekarang, Pemerintah Kanada mengharapkan saya, sebagai presiden AS, untuk MENGIZINKAN mereka begitu saja 'memanfaatkan AS!' Apa yang didapatkan AS? Sama sekali TIDAK ADA!" tulis Trump.

Menanggapi hal itu, Carney berbicara kepada wartawan pada Selasa menjelang pertandingan hoki es yang sarat rivalitas antara Kanada dan AS di ajang Olimpiade. Melalui keterangannya dalam bahasa Prancis, Carney meredam pernyataan Trump dan menyebut bahwa situasi akan terselesaikan.

Ia menjelaskan bahwa Kanada membiayai pembangunan jembatan tersebut. 

"Saya menjelaskan bahwa Kanada membiayai pembangunan jembatan … bahwa kepemilikan dibagi antara Negara Bagian Michigan dan pemerintah Kanada, dan dalam pembangunan jembatan tersebut, tentu ada baja dan pekerja Kanada, tetapi juga baja dan pekerja AS yang terlibat," jelasnya seperti dikutip dari The Guardian. "Ini adalah contoh hebat kerja sama antara negara kita.

Trump dalam unggahannya turut menyalahkan pendahulunya, Barack Obama, karena disebutnya "secara bodoh" menyetujui proyek jembatan itu. Namun, mantan anggota parlemen dari Partai Konservatif Kanada, Jeff Watson, mengingatkan bahwa pembangunan proyek tersebut dimulai secara serius pada masa jabatan pertama Trump sebagai presiden.

"Saat itu Anda menyerukan percepatan pembangunan jembatan," tulis Watson.

Wali Kota Windsor Drew Dilkens turut merespons unggahan Trump.

"Ini benar-benar gila, ketika saya membaca unggahan itu saya tidak percaya dengan apa yang saya baca, tetapi ini sudah biasa," katanya kepada CBC News.

 

 

 

 

Kicauan Trump

Sejak memenangkan masa jabatan keduanya, Trump banyak mengarahkan perhatian dan kritiknya kepada Kanada. Ia kembali mengungkit sejumlah keluhan lamanya melalui unggahan media sosial yang berisi berbagai tudingan, termasuk terkait industri susu dan hubungan Kanada dengan China.

Trump juga telah melontarkan sejumlah ancaman terhadap Kanada dan secara signifikan menaikkan tarif impor. Setelah pemerintahannya memberlakukan tarif terhadap barang-barang seperti baja, aluminium, dan mobil, provinsi terpadat di Kanada menarik minuman beralkohol asal AS dari rak-rak toko minuman keras milik pemerintah.

"Ontario bahkan tidak menempatkan minuman keras, minuman, dan produk alkohol lainnya dari AS di rak mereka, mereka benar-benar dilarang untuk melakukannya," tulis Trump.

Pada Selasa, Perdana Menteri Ontario Doug Ford menyatakan pihaknya akan menggandakan langkah (larangan minuman keras AS) jika perlu. Ia menambahkan, "Anda ingin memperbaiki situasinya? Hapus tarifnya."

Rentetan pernyataan terbaru Trump mencerminkan kekhawatirannya terhadap rencana Carney untuk meningkatkan perdagangan dengan China—langkah yang sebelumnya sempat dipuji oleh presiden AS tersebut.

Bulan lalu, Trump mengatakan akan memberlakukan tarif 100 persen terhadap Kanada jika negara itu melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.

"China … akan melahap Kanada," tulis Trump pada Senin, seraya menambahkan, "Hal pertama yang akan dilakukan China adalah menghentikan SEMUA pertandingan hoki es yang dimainkan di Kanada, dan secara permanen menghapus Piala Stanley."

 

Sementara itu, Presiden dan CEO Kamar Dagang Kanada, Candace Laing, dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa memblokir atau menghalangi jembatan akan menjadi langkah yang merugikan diri sendiri, baik itu benar-benar dilakukan maupun hanya sekadar ancaman.

"Selama puluhan tahun kolaborasi, Kanada dan AS membangun bersama, menciptakan lapangan kerja bersama, dan bersaing secara global bersama," ujarnya.

Â