29 Januari 1861: Kansas Resmi Jadi Negara Bagian ke-34 Amerika Serikat

Sebelum bergabung dengan AS, sejumlah konflik terjadi di Kansas.

Diterbitkan 29 Januari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Pada 29 Januari 1861, wilayah Kansas secara resmi diterima sebagai negara bagian ke-34 Amerika Serikat.

Masuknya Kansas sebagai negara bagian menandai berakhirnya konflik politik dan kekerasan yang telah berlangsung bertahun-tahun, sekaligus menjadi salah satu pemicu utama meletusnya Perang Saudara Amerika, dikutip dari laman History.com, Kamis (29/1/2026).

Akar konflik bermula pada 1854, ketika pemerintah federal membentuk wilayah Kansas dan Nebraska dengan menerapkan prinsip popular sovereignty, yakni memberikan hak kepada penduduk setempat untuk menentukan sendiri apakah perbudakan akan diizinkan.

Di Nebraska, isu ini relatif tidak menimbulkan perdebatan karena mayoritas pemukim berasal dari wilayah Midwest yang menolak perbudakan. Situasi berbeda terjadi di Kansas.

Di Kansas, meskipun sebagian besar pemukim bersikap anti-perbudakan atau mendukung gerakan abolisionis, wilayah tersebut juga dibanjiri pendukung perbudakan dari negara bagian tetangga, Missouri. Banyak dari mereka menyeberangi perbatasan secara ilegal untuk memengaruhi hasil pemungutan suara. Praktik pemungutan suara curang ini memicu ketegangan yang dengan cepat berubah menjadi kekerasan terbuka.

Bentrok bersenjata, pembakaran, dan pembunuhan pun meluas, membuat wilayah itu dikenal dengan julukan “Bleeding Kansas” atau “Kansas Berdarah.” Kekejaman dilakukan oleh kedua kubu, menjadikan konflik di Kansas sebagai gambaran awal dari perang saudara yang segera melanda Amerika Serikat.

Sepanjang dekade 1850-an, status Kansas terus menjadi isu politik nasional. Dua kelompok yang bertentangan masing-masing menyusun konstitusi untuk menentukan arah masa depan wilayah tersebut. Pada akhirnya, faksi anti-perbudakan berhasil memenangkan dukungan politik, membuka jalan bagi Kansas untuk diterima sebagai negara bagian bebas.

Meski telah bergabung dengan Uni, ketegangan terkait perbudakan tidak serta-merta berakhir. Selama Perang Saudara, Kansas menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kekerasan tertinggi. Salah satu peristiwa paling brutal terjadi pada 1863, ketika pasukan pro-perbudakan menyerbu kota Lawrence, pusat gerakan anti-perbudakan, menewaskan hampir 200 orang dan membakar sebagian besar kota tersebut.

Masuknya Kansas ke dalam Uni tidak hanya mengakhiri status teritorialnya, tetapi juga menegaskan perpecahan mendalam di Amerika Serikat menjelang Perang Saudara, dengan konflik di Kansas menjadi salah satu bab paling berdarah dalam sejarah pendahuluan perang tersebut.